Kamis, 16 April 2026

Warga Toraja Diimbau Waspada, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk 4-6 Desember

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan melanda hampir semua wilayah di Sulsel.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Warga Toraja Diimbau Waspada, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk 4-6 Desember
ist
Ilustrasi cuaca buruk 

TRIBUNTORAJA.COM - Warga Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara diimbau untuk waspada.

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk mulai 4 hingga 6 Desember 2024. 

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan melanda hampir semua wilayah di Sulsel.

"Berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang." Demikian informasi yang disampaikan BMKG Wilayah IV Makassar dalam Instagram resminya, @bmkgsulsel, Rabu (4/12/2024).

BMKG juga mengimbau potensi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Sulsel pada periode 4-6 Desember 2024.

Wilayah di Sulsel yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang , yaitu Makassar, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo, Enrekang, Pinrang, Wajo, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Bulukumba dan Selayar.

Di Kota Makassar yang merupakan ibu kota Provinsi Sulsel, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, peringatan dini selama tiga hari itu adalah bagian dari peringatan dini selama 7 harian. 

"Peringatan dini untuk kota Makassar sebenarnya sudah berlangsung sejak tiga hari lalu," ucap Achmad Hendra via telepon, Rabu (4/11/2024). 

Kendati begitu, Hendra melihat bahwa kondisi saat ini di Makassar masih dalam masa transisi.

Dimana intensitas hujan masih berfluktuasi, kadang rendah, atau sedang, belum sampai ke intensitas yang ekstrem. 

"Tetapi kita tetap waspada karena sudah ada peringatan dini," ujarnya. 

Pada masa transisi ini, angin kencang juga patut diwaspadai oleh masyarakat.

Angin kencang bisa menyebabkan kerusakan terhadap rumah warga dan fasilitas umum, juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang. 

Karenanya, diharapkan agar masyarakat menghindari pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang. 

Masyarakat juga diminta aktif untuk melaporkan jika ada pohon lapuk dan tua agar segera ditindak lanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved