Perang Rusia Ukraina
AS Setujui Penjualan Peralatan Militer Rp1,5 Triliun ke Ukraina
Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat enam rudal ATACMS yang diduga diluncurkan Ukraina di wilayah Bryansk.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-as-joe-biden-ukraina-volodymyr-zelensky-ktt-nato-1272024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM – Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau untuk menjual peralatan dan layanan militer senilai 100 juta dolar AS, setara dengan sekitar Rp1,5 triliun, kepada Ukraina.
Kebijakan ini bertujuan memperkuat pertahanan Ukraina di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Rusia.
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (Defense Security Cooperation Agency/DSCA), dalam pernyataan resminya pada Selasa (19/11/2024), menjelaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan kepentingan keamanan nasional AS dan mendukung stabilitas politik serta pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa.
"Penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri AS dengan memperkuat keamanan mitra kami, yang memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan," demikian pernyataan DSCA, dikutip dari Anadolu.
Paket bantuan tersebut mencakup layanan perbaikan kendaraan militer, pelatihan, bantuan teknis, logistik, serta publikasi untuk mendukung operasi pertahanan Ukraina.
Keputusan ini muncul bersamaan dengan laporan bahwa pemerintahan Biden telah mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh buatan AS untuk menyerang wilayah Rusia.
Baca juga: Ukraina Luncurkan Prangko Bergambar Presiden Prabowo Subianto
Di hari yang sama, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat enam rudal ATACMS yang diduga diluncurkan Ukraina di wilayah Bryansk.
Jika klaim tersebut benar, serangan ini akan menjadi penggunaan pertama rudal jarak jauh tersebut oleh Ukraina sejak konflik dimulai pada Februari 2022.
Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memilih untuk tidak memberikan komentar terkait dugaan penggunaan rudal tersebut.
Baca juga: Pejabat Ukraina Sebut Banyak Tentara Korea Utara yang Tewas di Pertempuran Kursk Rusia
Dalam perkembangan lain, laporan terbaru mengungkapkan bahwa Korea Utara telah mengirimkan pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik ini.
Menanggapi situasi tersebut, seorang pejabat senior AS menyebut langkah Washington kali ini juga bertujuan membendung keterlibatan lebih jauh dari Korea Utara.
Baca juga: Tentara Korea Utara Bantu Rusia Perang Lawan Ukraina, Zelensky Protes
Sementara itu, menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden Joe Biden, pemerintahannya berusaha mengalokasikan sisa dana bantuan keamanan sebesar 6 miliar dolar AS untuk Ukraina.
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi perubahan kebijakan luar negeri di bawah presiden terpilih Donald Trump, yang diperkirakan akan menghentikan aliran bantuan senjata ke Ukraina setelah resmi menjabat pada Januari mendatang.
(*)
| Tentara Korea Utara Dilaporkan Usir Warga Rusia dari Rumahnya di Kursk |
|
|---|
| Rusia Klaim Tembak Jatuh 8 Rudal Buatan AS yang Ditembakkan Ukraina |
|
|---|
| Zelensky: Rusia Bakar Jasad Tentara Korea Utara untuk Tutupi Keterlibatan di Ukraina |
|
|---|
| Tentara Korea Utara yang Bantu Perang Rusia vs Ukraina Dilaporkan Alami Kelaparan |
|
|---|
| Korea Utara Kirim Pasukan ke Rusia, Bergabung dengan Brigade Udara dan Korps Marinir |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.