China Gelar Latihan Militer, Taiwan Murka
Kementerian Pertahanan Taiwan mengutuk tindakan tersebut sebagai provokasi dan tidak rasional dari pihak China.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kapal-china-latihan-militer-di-dekat-taiwan-taipei-14102024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, BEIJING – Militer China kembali mengadakan latihan militer di sekitar Taiwan, yang dilakukan beberapa hari setelah Taiwan merayakan Hari Nasionalnya.
Latihan yang dinamakan Pedang Gabungan-2024B ini dimulai pada Senin (14/10/2024) pagi.
Beijing mengklaim bahwa latihan tersebut merupakan peringatan tegas terhadap gerakan separatis dari "pasukan Kemerdekaan Taiwan."
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun pulau tersebut memiliki pemerintahan yang independen.
Kapten Li Xi, juru bicara Komando Teater Timur militer China, menyatakan bahwa latihan ini berfokus pada kesiapan patroli perang di udara dan laut, serta mencakup blokade pelabuhan dan daerah penting, dengan serangan yang ditujukan ke target di laut dan daratan.
Menurut laporan Al-Jazeera, Kapten Li juga menambahkan bahwa latihan ini dianggap sebagai operasi yang penting dan sah demi keamanan kedaulatan dan persatuan nasional.
Baca juga: Erick Thohir Incar 3 Poin untuk Timnas Indonesia dalam Duel Melawan China
Namun, ia tidak mengungkapkan kapan latihan tersebut akan berakhir.
Reaksi Taiwan terhadap latihan militer ini sangat keras.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengutuk tindakan tersebut sebagai provokasi dan tidak rasional dari pihak China.
Baca juga: Jika Mengalahkan China, Indonesia Gusur 4 Negara di Ranking FIFA
Mereka menegaskan bahwa pasukan telah dikerahkan untuk melindungi kebebasan dan demokrasi serta mempertahankan kedaulatan Taiwan.
Pada pukul 8 pagi, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa 25 pesawat tempur dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) serta 11 kapal, termasuk tujuh dari Angkatan Laut China, telah beroperasi di sekitar wilayah Taiwan.
Presiden Taiwan, William Lai, berkomitmen untuk melindungi pulau tersebut dari ancaman luar.
Baca juga: Durian Musang King Malaysia Terjual Rp 1,3 Juta per Buah di China
Dalam pernyataannya di Facebook, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus membela demokrasi dan sistem kebebasan konstitusional, melindungi demokrasi Taiwan, dan menjaga keamanan nasional.
Aktivitas militer China di sekitar Taiwan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan latihan terbaru ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Lai memberikan pidato di Hari Nasional pada Kamis (10/10/2024), di mana ia berjanji untuk melawan setiap upaya aneksasi atau perambahan, serta menegaskan bahwa Beijing tidak memiliki hak untuk mewakili 23 juta penduduk pulau tersebut.
(*)
| Menkeu Purbaya Siap ke China Bahas Utang Whoosh Asal Biaya Perjalanan Ditanggung Danantara |
|
|---|
| Influencer China Hilang di Kamboja saat Hendak Temui Pacarnya, Keluarga Minta Bantuan Pemerintah |
|
|---|
| Toraja Terkenal dengan Kopi Arabika Premium, di China Ada Kopi Kecoak Rp100 Ribu per Cangkir |
|
|---|
| Hubungan Makin Panas, China Stop Impor Makanan Laut dari Jepang |
|
|---|
| Pedagang Cakar di Makassar Tolak Larangan Impor Pakaian Bekas dalam Karung |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.