Senin, 20 April 2026

Perang Israel vs Iran

Netanyahu Hanya Omon-omon, Tak Berani Serang Balik Iran

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah lantang mengancam akan menghukum Iran dengan kekuatan penuh.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Netanyahu Hanya Omon-omon, Tak Berani Serang Balik Iran
AP Photo
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke Israel melesat di langit malam seperti yang terlihat dari Deir al-Balah, Jalur Gaza, Selasa, 1 Oktober 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM - Ratusan rudal balistik ditembakkan militer Iran pada Selasa, 1 Oktober 2024 malam.

Rudahl-rudal itu menyasar berbagai lokasi penting di Israel.

Pemeritah dan militer Israel melakukan sensor ketat terkait pemberitaan dampak serangan Iran itu, sehingga tidak banyak diketahui fakta kerusakan sesungguhnya. 

Teheran mengklaim rudal balistik mereka, termasuk rudal hipersonik Fattah-2, menghantam markas Mossad, dinas intelijen luar negeri Israel.

Puluhan rudal lain menghajar Pangkalan Udara Nevatim di Negev, pusat skuadron tempur udara F-15 dan F-35 Adir.

Pascaserangan mengejutkan itu, dunia akhirnya menyaksikan kemampuan strategis Iran dan keberanian mereka menantang Israel dan pendukungnya.

Semua pihak sekarang sedang menerka, kapan pembalasan Israel atas serangan Iran itu? Akan Seberapa kuat balasan itu? Apakah pembalasan itu akan menyeret Amerika Serikat, beking utama Israel?

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu telah lantang mengancam akan menghukum Iran dengan kekuatan penuh. 

Namun hingga kini, ancaman Netanyahu itu belum direalisasikan.

Rapat kabinet perang Israel agaknya belum sampai pada kesimpulan mengeksekusi pembalasan itu, karena menunggu lampu hijau Washington. 

Gedung Putih diyakini telah memaksa Israel menahan diri, tidak menyerang balik ke wilayah Iran, karena efeknya akan memicu perang kawasan.

Lalu, apa yang akan dilakukan Amerika menghadapi Israel yang marah dan ingin membalas serangan Iran itu?   

Kita bisa melihat dari apa yang terjadi di Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB di New York Rabu malam WIB. 

Pernyataan-pernyataan tajam muncul di antara diplomat AS, Rusia, Aljazair, Inggris, dan lain-lain.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengutuk serangan Iran ke Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved