Presiden AS Joe Biden Kecam Serangan Iran terhadap Israel
Pejabat AS terus menekankan bahwa mereka mendukung hak Israel untuk membela diri dan tetap berusaha mencapai gencatan senjata.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/22072024_Joe_Biden.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, WASHINGTON DC – Pemerintahan Biden dengan tegas mengecam serangan rudal balasan yang diluncurkan Iran ke Israel, menggambarkannya sebagai tindakan eskalasi yang tidak dapat diterima.
Presiden Joe Biden memuji militer AS dan Israel atas keberhasilan mereka dalam mematahkan serangan tersebut, menegaskan bahwa "Amerika Serikat sepenuhnya mendukung Israel," seperti dikutip dari The Associated Press.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, juga menegaskan bahwa serangan rudal dari Iran merupakan tindakan yang sepenuhnya tidak dapat diterima dan mengajak komunitas internasional untuk mengutuknya.
Meski ada pandangan yang menyebutkan bahwa serangan Iran dipicu oleh tindakan Israel sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, menyatakan bahwa serangan rudal tersebut merupakan "eskalasi signifikan dari pihak Iran."
Sikap pemerintahan AS berubah dalam beberapa hari terakhir, menyusul tindakan Israel yang terus memperluas operasi militernya di Lebanon.
Baca juga: Israel Akan Invasi Lebanon, Presiden Jokowi Perintahkan Evakuasi WNI
Washington sebelumnya sempat menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah untuk menghindari perang besar-besaran di Timur Tengah, namun kini menunjukkan dukungan penuh terhadap tindakan Israel, terutama setelah serangan udara besar-besaran yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan Jenderal Garda Revolusi Iran, Abbas Nilforushan.
Pejabat AS terus menekankan bahwa mereka mendukung hak Israel untuk membela diri dan tetap berusaha mencapai gencatan senjata.
Meski kritik terhadap dampak perang Israel di Gaza terhadap warga sipil terus muncul, AS mengambil pendekatan berbeda dalam mendukung operasi Israel yang menargetkan para pemimpin Hizbullah.
Baca juga: Dapat Dukungan Pasukan Sekutu, Israel Ancam Balas Serangan Iran
Di Pentagon, Mayjen Pat Ryder menegaskan bahwa AS mendukung upaya Israel untuk mempertahankan diri dari ancaman Hizbullah di sepanjang perbatasan, sambil memperingatkan potensi eskalasi yang lebih luas.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, juga menyebutkan bahwa penargetan Israel terhadap pemimpin senior Hamas dan Hizbullah serta operasi darat di Lebanon dianggap sebagai tindakan yang sah untuk mempertahankan diri.
(*)
| AS-Israel Serang Iran, Kodim Tana Toraja Siagakan Pasukan dan Senjata |
|
|---|
| Apple Lakukan PHK di Divisi Penjualan, Gelombang PHK di Industri Teknologi Berlanjut |
|
|---|
| Ngaku Fans Berat Jackie Chan, Presiden AS Donald Trump Minta Film 'Rush Hour 4' Segera Diproduksi |
|
|---|
| Dewan Keamanan PBB Setujui Rencana Damai di Gaza, Hamas Menolak Keras |
|
|---|
| Indonesia Siapkan 20 Ribu Tentara Jadi Pasukan Perdamaian di Gaza, Jadi Sorotan Media Israel |
|
|---|