Sabtu, 11 April 2026

KKB Papua

Pilot Susi Air Bebas, Menlu Selandia Baru Minta Media Hormati Privasi Keluarga Kapten Philip

sejumlah lembaga Pemerintah telah berkerja sama dengan pihak berwenang Indonesia untuk pembebasan Mehrtens. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Pilot Susi Air Bebas, Menlu Selandia Baru Minta Media Hormati Privasi Keluarga Kapten Philip
Tribun Papua
Philips Mark Mehrtens (paling kiri) duduk di samping Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha. Pilot Susi Air asal Selandia Baru itu dibebaskan setelah setahun lebih disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga. (Tribun Papua/HO) 

 TRIBUNTORAJA.COM - Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua selama 19 bulan, relah dibebaskan,  Sabtu (21/9/2024).

Mehrtens ditangkap oleh KKB Papua di Paro, Papua, pada 7 Februari 2023 lalu.

Winston Peters, mengaku sangat lega dan senang mendengar kabar bebasnya Phillip Mehrtens.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, merespons kabar bebasnya Philip, apalagi dalam kondisi sehat.

Baginya, kabar ini tentu juga menjadi berita yang melegakan bagi teman maupun orang terdekat pilot Susi Air itu.  

"Kami merasa lega dan senang bisa mengonfirmasi bahwa Phillip Mehrtens dalam keadaan aman dan sehat, serta telah berbicara dengan keluarganya." 

"Berita ini pasti sangat melegakan bagi teman dan orang-orang terdekatnya," kata Peters dalam situs resmi pemerintah Selandia Baru, Sabtu (21/9/2024).

Peters mengatakan, sejumlah lembaga Pemerintah telah berkerja sama dengan pihak berwenang Indonesia untuk pembebasan Mehrtens. 

"Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan, dengan staf di Indonesia dan Wellington, telah memimpin upaya berkelanjutan dari seluruh jajaran Pemerintah untuk mengamankan pembebasan Phillip Mehrtens, dan juga telah mendukung keluarganya," kata  Peters.

Peters lalu menyampaikan kepada media untuk menghargai privasi keluarga Philip Mehrtens.

Menurutnya, kasus ini sangat berdampak bagi keluarga Mehrtens.

"Kasus ini sangat berdampak pada keluarga Mehrtens yang meminta privasi." 

"Kami berharap media dapat menghormati permintaan mereka, dan kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini," kata Peters.

Menangis Bahagia saat Video Call Keluarga

Usai bebas, Mehrtens langsung menghubungi istrinya yang saat ini berada di Bali melalui sambungan video call bersama keluarganya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved