Sabtu, 11 April 2026

Bukan Kaleng-kaleng, Komandan Upacara HUT RI di IKN Pernah Perang Lawan Perompak Somalia

Namun, saat tiba di perairan Teluk Aden, Somalia, pada 16 Maret 2011, kapal mereka dibajak.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Bukan Kaleng-kaleng, Komandan Upacara HUT RI di IKN Pernah Perang Lawan Perompak Somalia
tribunnews
Kolonel Inf Nur Wahyudi saat menjadi Komandan Upacara HUT ke-79 RI di IKN, Sabtu (17/8/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM - Untuk pertama kali, upacara peringatan HUT RI digelar di ibu kota negara yang baru, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Upacara HUT ke-79 RI, Sabtu (17/8/24), berlangsung semarak karena di akhir upacara ada pertunjukan tari khas Kalimantan.

Bertindak sebagai Komandan Upacara HUT ke-79 RI di IKN, yakni Dansat-81 Kopassus, Kolonel Infanteri Nur Wahyudi

Wahyudi menjalankan tugasnya dengan baik.

Wahyudi ternyata memiliki rekam jejak yang hebat.

Dikutip dari setpres.go.id, Wahyudi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001.

Selama kariernya sebagai prajurit TNI, Wahyudi pernah menjadi anggota Satgas Muhibah dan terlibat dalam pembebasan sandera KMV Sinar Kudus oleh perompak Somalia di Somalia pada 2011 silam.

Hal ini diketahui dari unggahan Instagram sang istri, Juliana Moechtar, saat Wahyudi menjadi Komandan Upacara Parade saat HUT ke-72 Kopassus pada April 2024 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, aksi penculikan terhadap anak buah kapal (ABK) KMV Sinar Kudus bermula saat mereka dalam perjalanan menuju Belanda.

Mereka membawa muatan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk senilai Rp1 triliun.

Namun, saat tiba di perairan Teluk Aden, Somalia, pada 16 Maret 2011, kapal mereka dibajak.

Para perompak Somalia meminta uang tebusan dan pemerintah hanya memiliki waktu 1,5 bulan untuk menyelamatkan para sandera.

Susilo Bambang Yudhyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Presiden, langsung menggelar rapat untuk membahas operasi penyelamatan para sandera.

Hasilnya, disepakati pembebasan kapal dan ABK KMV Sinar Kudus dilakukan dengan operasi militer khusus.

SBY juga menyetujui pasukan yang dikerahkan untuk membebaskan sandera berasal dari unsur Marinir, Kopassus, Kopaska, dan Kostrad TNI.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved