Banjir Kembali Rendam Larompong Luwu Sulsel, 95 Rumah Warga Terdampak
Ketinggian air bervariasi antara 50-95 centimeter dan juga menyebabkan kemacaten di jalan Trans Sulawesi hingga pagi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/07082024-Banjir_Kecamatan_Larompong_Luwu.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, BELOPA - Sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kembali direndam banjir, Rabu (7/8/2024) pagi.
Daerah yang parah terlihat di Kecamatan Larompong.
Dalam tiga bulan terkahir ini, Kecamatan Larompong telah beberapa kali dilanda banjir.
Banjir ini diakibatkan hujan yang turun terus menerus sejak Selasa (7/8/2024) hingga Rabu pagi.
Hal ini dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Andi Baso Tenriesa.
"Hujan dengan intensitas lebat sejak pukul 19.30 Wita malam di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Luwu. Akhirnya menyebabkan tingginya debit air di beberapa sungai dan meluap ke pemukiman warga di beberapa desa," katanya.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai di Kecamatan Larompong meluap hingga pemukiman warga.
Air banjir berwarna kecoklatan bercampur dengan material lumpur.
Ketinggian air bervariasi mulai betis orang dewasa.
"Kalau ketinggian air bervariasi 50-95 centimeter. Banjir ini juga menyebabkan kemacaten di jalan Trans Sulawesi hingga pagi ini," ungkap Andi Baso.
Diperkirakan, air sungai mulai meluap semalam sekitar pukul 23.00 Wita Selasa malam kemarin.
Pantauan Tribunluwu.com, sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Larompong.
Diantaranya Kelurahan Larompong, Desa Riwang, Rantebelu, dan Buntu Matabing.
Warga Edwin Yogi (26) mengaku, hujan mulai mengguyur dari Selasa (6/8/2024) sore hingga subuh dini hari.
"Dari kemarin sore hujan. Sampai jelang subuh tadi baru berhenti. Kadang deras airnya kadang gerimis," bebernya.
| Saksikan Uang Rampasan Kejagung Rp6 Triliun, Prabowo: Cukup Bangun 100 Ribu Rumah di Sumatra |
|
|---|
| BNPB: Jumlah Pengungsi Banjir Sumatera Terus Berkurang |
|
|---|
| Daerahnya Hancur Diterjang Banjir, Ternyata Bupati Aceh Tamiang Pernah Jadi Kapolsek di Sulsel |
|
|---|
| BNPB: 914 Orang Tewas dan 389 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera |
|
|---|
| Update Korban Banjir dan Longsor Sumatera Hingga 4 Desember: 836 Orang Meninggal, 518 Masih Hilang |
|
|---|