Minggu, 3 Mei 2026

Prabowo Subianto Dukung Ekspansi Bisnis Dinasti Rothschild di Batam

Nat Rothschild merupakan putra Jacob Rothchild, dinasti konglomerat keturunan Yahudi di Inggris.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Prabowo Subianto Dukung Ekspansi Bisnis Dinasti Rothschild di Batam
Dok. Humas Pemprov Kepri
Prabowo Subianto menghadiri acara di PT Volex Indonesia bersama adiknya, Hashim Djojohadikusumo (kemeja biru) dan Direktur Eksekutif Volex Global Nathaniel ”Nat” Philip Victor James Rothschild di (kemeja hitam) di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (4/8/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, BATAM - Presiden terpilih Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus pada investasi PT Volex Indonesia yang telah memperluas operasinya dengan membuka pabrik ketiga di Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu (4/8/2024).

Dalam acara peresmian tersebut, Prabowo yang baru kembali dari kunjungan luar negeri, hadir bersama adiknya, Hashim Djojohadikusumo.

PT Volex Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kabel dan konektor elektronik.

 

 

Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Volex Plc, yang dimiliki oleh konglomerat asal Inggris, Nathaniel Philip Victor James Rothschild.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, melalui pesan singkat pada Selasa (6/8/2024) pagi, menyambut baik investasi yang masuk ke wilayah Batam.

Menurut Ansar, pemilihan Batam sebagai lokasi investasi PT Volex Indonesia memiliki sejumlah keunggulan, terutama karena Batam berbatasan langsung dengan beberapa negara dan berada di jalur perdagangan laut penting, yaitu Selat Malaka.

 

Baca juga: RELASI Prabowo-Gibran Dukung Benidiktus Papa di Pilkada Tana Toraja 2024

 

"Selain itu, wilayah Kepri secara keseluruhan juga mendapatkan keuntungan dari kebijakan pusat, seperti penetapan wilayah BBK sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas," singkat Ansar, dilansir Kompas.com.

Kebijakan pemerintah pusat yang mendukung semakin mempermudah investasi asing untuk masuk ke Indonesia melalui wilayah Kepri.

PT Volex Indonesia diketahui melayani berbagai jenis pasar dan pelanggan, dengan spesialisasi dalam perakitan kabel, daya pusat data, dan konektivitas.

Salah satu produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah kabel khusus untuk pengisian daya kendaraan listrik milik Tesla. "Semoga ini bisa membuka jalan bagi investasi lainnya untuk masuk ke wilayah Kepri," tambahnya.

 

Baca juga: Stok Kurang, Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Bakal Pakai Bahan Impor?

 

Ekspansi Pabrik Motor Listrik

Regional General Manager Volex (Asia) Pte Ltd, Tan Chiang Peng, pada Minggu (4/8/2024) lalu, setelah peresmian, mengungkapkan bahwa investasi awal untuk pembangunan pabrik ketiga ini sebesar 40 juta dolar AS atau sekitar Rp 648 miliar.

Investasi ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik gedung, tetapi juga pada pengembangan produk baru yang akan dirakit di Batam, mendukung rencana bisnis masa depan perusahaan.

Perusahaan ini didirikan 32 tahun lalu dengan 250 karyawan, dan kini PT Volex Indonesia di Batam diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.

 

Baca juga: Noel Akan Bujuk Prabowo Agar Batalkan Dukungan ke Andi Sudirman, Mending Danny Pomanto

 

"Saat ini kami memiliki 3.000 karyawan, dan gedung baru ini dua kali lebih besar dari yang lama, jadi kami akan merekrut banyak pekerja," ujarnya.

Tan Chiang Peng juga berharap bahwa keberadaan pabrik ketiga PT Volex Indonesia akan turut mengembangkan perekonomian di Batam dan Indonesia secara keseluruhan.

Di Batam, pabrik ini akan memproduksi berbagai produk elektronik, seperti kabel internet berkecepatan tinggi dan kabel untuk pengisian daya kendaraan listrik.

 

Baca juga: Tak Biarkan Andi Sudirman Lawan Kotak Kosong, Pro Jokowi dan Prabowo Mania Dukung Danny Pomanto

 

Produk-produk yang dihasilkan di Batam nantinya akan diekspor untuk memenuhi pasar di Amerika Utara dan beberapa kawasan Eropa.

"Kami adalah pemasok global, produk yang dihasilkan di sini untuk ekspor, terutama untuk memenuhi permintaan di Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia," jelasnya.

Lebih lanjut, perusahaan berencana untuk mengurangi produk impor guna memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), termasuk rencana pengembangan pabrik perakitan motor listrik di Indonesia yang akan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami akan bekerja sama dengan BRIN untuk memproduksi kebutuhan Alfa, Polytron, dan lainnya. Ini adalah rencana pengembangan masa depan, namun saat ini masih dalam tahap pengembangan," tambahnya.

 

Baca juga: Fadli Zon Disebut Bakal Jadi Menteri Luar Negeri, Gibran: Keputusan Prabowo

 

Sosok Rothschild

Dalam rilis pers Pemprov Kepri disebutkan bahwan Nat Rothschild adalah sahabat dekat Prabowo.

Dalam sambutannya, Prabowo menyatakan bangga melihat kemajuan perusahaan Volex di Batam yang membangun pabrik baru.

Nat Rothschild adalah Direktur Eksekutif Volex Global yang berbasis di Inggris.

Selain di Batam, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kabel elektronik itu memiliki pabrik di Turki, Polandia, India, dan Meksiko.

Menurut General Manager Volex Asia Pasifik Tan Chiang Peng, pabrik Volex di Batam telah beroperasi sejak 1992.

 

Baca juga: Prabowo Subianto Tunjuk Dua Wakil Bupati di Toraja, Zadrak dan Frederik VP Bertarung Pilkada 2024

 

Perusahaan itu telah menanam investasi senilai 40 juta dollar AS atau sekitar Rp 647 miliar di Batam.

Melansir Finansial Times, Nat Rothschild mengakusisi 25 persen saham Volex pada 2008 dan dalam beberapa bulan kemudian menduduki posisi direktur eksekutif.

Nat Rothschild memiliki keinginan untuk mentransformasi manufaktur kabel yang telah berusia 132 tahun itu di tengah era disrupsi teknologi.

Nat Rothschild merupakan putra Jacob Rothchild, dinasti konglomerat keturunan Yahudi di Inggris.

Jacob yang meninggal pada Februari 2024 dikenal sebagai investor ulung dan bankir kawakan yang mendukung Israel.

 

Baca juga: Elektabilitas AIA Mulai Bagus, Prabowo Subianto Lebih Pilih Andi Sudirman di Pilgub Sulsel

 

Selain Volex, Nat Rothschild juga memiliki perusahaan investasi Vallar Plc. Pada 2010, Bakrie and Brothers melepas 5,2 miliar saham perusahaan tambang PT Bumi Resources Tbk kepada Vallar dengan total nilai Rp 13 triliun.

Tiga tahun kemudian, Nat Rothschild yang memegang 13 persen saham Bumi Resources ingin mengganti jajaran direksi.

Namun, sejumlah pemegang saham minoritas akhirnya memilih Grup Bakrie tetap menjadi pengendali dan menolak perombakan anggota dewan direksi sebagaimana diusulkan Nat Rothschild (Kompas, 23/2/2014).

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved