Olimpiade Paris 2024
Profil Gregoria Mariska Tunjung, Raih Medali Perunggu Badminton Olimpiade Paris 2024
Gregoria mendapatkan medali perunggu tanpa bertanding setelah calon lawannya Carolina Marin asal Spanyol mengalami cedera lutut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/02082024_Gregoria_Mariska_Tunjung.jpg)
Dari sini, keterampilan teknis Gregoria mulai terasa, ia juga mulai membangun fondasi yang kuat untuk karier bulu tangkisnya di masa depan.
Dengan dorongan orangtuanya dan bakat yang dimilikinya, Gregoria memutuskan untuk fokus pada bulutangkis.
Ketika Gregoria memasuki usia yang lebih matang dalam perjalanan bulu tangkisnya, ia bergabung dengan klub AUB Surakarta yang terletak di Jawa Tengah.
Di klub ini, ia terus mengembangkan kemampuannya dan memperoleh pengalaman berharga dalam kompetisi.
Keberhasilannya di klub AUB Surakarta menjadi langkah awal yang penting dalam kariernya, menunjukkan dedikasi dan kemampuannya di bidang bulu tangkis.
Ketika ia berada di kelas 5 SD, keluarganya pindah ke Bandung. Di Kota Kembang ini, Gregoria bergabung dengan klub bulu tangkis Mutiara Cardinal, Jawa Barat.
Dari sinilah dimulai perjalanan profesionalnya sebagai atlet bulutangkis.
Klub Mutiara Cardinal memiliki reputasi yang baik dalam melahirkan pemain bulu tangkis berbakat, dan Gregoria memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Dedikasi dan usaha keras Gregoria dalam berlatih dan berkompetisi membuahkan hasil yang signifikan.
Pada tahun 2013, ia dipilih oleh PBSI untuk bergabung dengan Pelatnas Cipayung di Jakarta Timur.
Latihan intensif di pelatnas memberikan hasil yang menggembirakan ketika ia meraih posisi runner-up di nomor tunggal putri pada Malaysia International Challenge 2014.
Keberhasilannya terus berlanjut dengan memenangkan Singapore International Series dan Indonesia International pada tahun 2015. Namun, dalam Kejuaraan Asia Junior di Bangkok, ia hanya berhasil meraih posisi kedua.
Meskipun demikian, Gregoria menebus kekalahan tersebut di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta, di mana ia berhasil meraih gelar juara dunia junior pada usia 18 tahun.
Kemenangan ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Indonesia setelah 25 tahun gagal meraih gelar di ajang junior dunia.
Di final, Gregoria mengalahkan pemain Tiongkok, Han Yue, dengan skor 21-13, 13-21, dan 24-22.
| Perusahaan Indonesia Beri Hadiah Uang hingga Rumah untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade Paris 2024 |
|
|---|
| Segini Besaran Bonus yang Diterima Atlet Indonesia Peraih Medali di Olimpiade Paris 2024 |
|
|---|
| Atlet Olimpiade Paris 2024 Indonesia Diarak Menuju Istana Negara |
|
|---|
| Atlet Bulu Tangkis China He Bing Jiao Gantung Raket usai Raih Perak di Olimpiade Paris 2024 |
|
|---|
| Klasemen Akhir Medali Olimpiade Paris 2024, AS Juara Umum Dramatis, Indonesia Peringkat Ke-39 |
|
|---|