Jumat, 8 Mei 2026

Perang Israel vs Hizbullah

Drone Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel, Dua Tentara Terluka

Kepala Garda Revolusi paramiliter Iran, Jenderal Hossein Salami, mengancam Israel atas pembunuhan Ismail Haniyeh.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Drone Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel, Dua Tentara Terluka
tribunnews
Tentara Israel membawa peti mati rekan prajuritnya saat pemakaman pada 1 November 2023. 

TRIBUNTORAJA.COM - Sebagai balasan atas 'serangan dan pembunuhan' yang dilakukan Israel di beberapa desa di Lebanon selatan, pejuang Hizbullah melancarkan serangan pesawat nirawak atau drone di Israel utara, Senin (5/8/2024) pagi waktu setempat.

Hizbullah yang didukung Iran mengatakan, pihaknya menargetkan pangkalan militer di Israel utara.

Menurut militer Israel, serangan itu telah melukai dua tentara Israel.

Perang antara Israel dan Hizbullah diyakini akan makin membesar menyusul tewasnya seorang komandan senior Hizbullah di Lebanon dan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh di Iran minggu lalu.

 

Kepala Garda Revolusi paramiliter Iran, Jenderal Hossein Salami, mengancam Israel atas pembunuhan Ismail Haniyeh.

Ia memperingatkan bahwa Israel “menggali kuburnya sendiri” dengan tindakannya terhadap Hamas.

"Mereka akan melihat akibat dari kesalahan mereka."

"Mereka akan melihat kapan, bagaimana, dan di mana mereka akan mendapatkan tanggapan," kata Jenderal Hossein Salami dalam sebuah pidato, Senin, dikutip dari AP News.

Israel dan Hizbullah telah saling serang hampir setiap hari selama 10 bulan terakhir selama perang di Gaza.

Namun, pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di ibu kota Iran dan komandan Hizbullah Fouad Shukur di Beirut minggu lalu telah meningkatkan ketegangan regional.

Iran-Hizbullah Balas Dendam

Pembunuhan komandan utama Hizbullah, Fuad Shukr, terjadi pada Selasa (30/7/2024) di pinggiran kota Beirut.

Sementara, pembunuhan kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh, terjadi pada hari berikutnya di Teheran.

Iran dan sekutunya di Lebanon, Hizbullah, telah bersumpah untuk membalas kematian yang mereka salahkan kepada Israel.

Israel telah mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan Shukr, tetapi tetap bungkam atas kematian Haniyeh.

Di sisi lain, militer Israel mengatakan, mereka belum mengubah "sampai saat ini" kebijakannya untuk melindungi warga sipil, Minggu (4/8/2024).

"Saya ingin merujuk malam ini pada berbagai laporan dan rumor bahwa kami waspada terhadap tanggapan musuh terhadap wilayah Negara Israel," kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari, dilansir Arab News.

"Saya tegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada perubahan dalam kebijakan pertahanan Komando Front Dalam Negeri," jelasnya tentang cabang militer yang menangani perlindungan warga sipil di masa perang dan keadaan darurat, termasuk bencana alam.

Hagari dan pejabat tinggi militer serta pemerintah Israel lainnya, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah berulang kali mengatakan bahwa negara itu siap menghadapi serangan apa pun.

Namun Hagari mengatakan bahwa perlindungan Israel tidak "kedap udara."

"Kami berusaha memberi Anda peringatan yang diperlukan untuk bersiap menghadapi ancaman apa pun," katanya.

"Perlindungan itu tidak kedap udara. Oleh karena itu, setiap warga negara wajib mengetahui apa saja instruksinya, di mana pun ia berada dan untuk selalu waspada," jelas Hagari.

Hagari juga mengumumkan, Komando Front Dalam Negeri telah meluncurkan sistem baru untuk memperingatkan warga negara jika terjadi keadaan darurat.

“Peringatan akan dikirimkan ke telepon seluler di area yang terancam,” katanya.

“Ini dilakukan tanpa perlu aplikasi dan tanpa tindakan apa pun dari pihak warga negara," tambah dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Balas Dendam, Hizbullah Lancarkan Serangan Drone ke Israel Utara, Targetkan Pangkalan Militer 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved