Perang Israel vs Hizbullah
Kementerian Kesehatan Israel Minta Rumah Sakit Gunakan Mode Darurat
Perintah kementerian kesehatan Israel ini disebutkan memberi indikasi kalau pertempuran besar tentara Israel (IDF) melawan Hizbullah segera meletus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Pangka3hkan-Rumah-Sakit-di-Utara-B3ww.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan, Kementerian Kesehatan Israel telah meminta pusat-pusat kesehatan di wilayah utara untuk bersiap menghadapi kemungkinan memasuki “mode pulau terpencil,”.
Mode yang dimaksud ini adalah pusat kesehatan dibiarkan tanpa pasokan medis, obat-obatan, dan makanan selama berhari-hari.
Selain itu, kementerian Israel dilaporkan juga telah meminta rumah sakit untuk beralih ke mode darurat dalam beberapa jam dan bersiap menghadapi worst-case scenario.
Skenario terburuk yang dimaksud dideskripsikan dengan kemungkinan menerima ribuan pasien (tentara) yang terluka seiring meningkatnya pertempuran dengan Gerakan Perlawanan Lebanon, Hizbullah.
Pemerintahan Israel disebutkan meminta agar rumah sakit-rumah sakit yang dimaksud tetap mempertahankan tingkat okupansi sebesar 50 persen.
Perintah kementerian kesehatan Israel ini disebutkan memberi indikasi kalau pertempuran besar tentara Israel (IDF) melawan Hizbullah segera meletus.
Hal tu terjadi setelah Hizbullah melakukan serangan lebih ganas dan presisi ke wilayah-wilayah serta fasilitas militer Israel.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza, pada tanggal 7 Oktober, gerakan Perlawanan Lebanon, Hizbullah, telah terlibat secara langsung, namun secara relatif terbatas, dalam perang melawan pendudukan Israel.
Namun, setelah pembunuhan wakil kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Saleh al-Arouri, di Beirut, pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengatakan “Aksi pembalasan tidak bisa dihindari”.
Nasrallah mengatakan dalam pidatonya di televisi pada hari Jumat, untuk kedua kalinya dalam beberapa hari, bahwa Hizbullah tidak bisa tinggal diam terhadap pelanggaran tingkat ini.
Dia menekankan bahwa kurangnya balasan terhadap serangan Israel akan membuat seluruh Lebanon terekspos.
Dia mencontohkan, pejuang Hizbullah telah melakukan sekitar 670 operasi militer di perbatasan Lebanon dengan Israel sejak 8 Oktober, satu hari setelah operasi Banjir Al-Aqsa oleh Hamas.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk melakukan “perubahan mendasar” terhadap situasi keamanan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Serangan Hizbullah Kian Ganas, Israel Perintahkan Rumah Sakit di Utara Beralih ke Mode Darurat
| Korban Tewas Teror Bom Pager dan Walkie-Talkie di Lebanon Capai 20 Orang, Ulah Israel? |
|
|---|
| Ledakan Walkie-Talkie Menyusul Teror Bom Pager di Lebanon, Tewaskan 9 Orang |
|
|---|
| Ledakan Pager Massal Tewaskan Personel Hizbullah di Lebanon, Satu Gadis 8 Tahun Ikut Jadi Korban |
|
|---|
| Alat Komunikasi Pager Meledak Bersamaan dan Tewaskan 11 Personil Hizbullah, Ini Fakta-faktanya |
|
|---|
| Drone Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel, Dua Tentara Terluka |
|
|---|