Pilgub Sulsel 2024
Kotak Kosong di Pilgub Sulsel 2024 Sulit Terjadi
Setiap partai masih bisa mengubah arah dukungan mereka bahkan sehari sebelum pendaftaran pasangan calon di KPU.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Muhammad-Ramli-Rahim3er.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Setelah pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Gerindra, Nasdem dan akan menyusul dukungan dari Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional, wacana kotak kosong di Pilgub Sulsel 2024 berembus kencang.
Kendati begitu, banyak pihak yang menilai bahwa wacana kotak kosong di Pilgub Sulsel akan sulit terwujud lantaran dinamika politik di tingkat elite masih sangat dinamis.
Setiap partai masih bisa mengubah arah dukungan mereka bahkan sehari sebelum pendaftaran pasangan calon di KPU.
Aktivis politik Sulsel, Muhammad Ramli Rahim mengatakan jangankan dalam hitungan bulan, bahkan dalam hitungan hari pun usungan parpol bisa berubah, bahkan bisa terjadi dalam hitungan jam.
Ramli Rahim memberikan contoh, pada tahun 2010, dia diusung oleh parpol non parlemen di Pilkada Maros.
Namun dukungan berubah dalam 30 menit sebelum pendaftaran di KPU ditutup.
"Lebih parahnya lagi karena terjadi kekisruhan calon, yang menggantikan saya pun tak lolos dan dinyatakan gagal bertarung di Pilkada Maros 2010. Makanya mengapa isu kotak kosong ini begitu berhembus atau bisa dibaca dihembuskan jauh sebelum pendaftaran di KPU," tutur Ramli dalam rilisnya, Minggu (28/72024).
Andai kemudian terwujud kotak kosong di Pilkada, lanjut Ramli, itu terjadi secara alamiah.
Semua yang merasa pantas dan mau bertarung dalam kontestasi pastilah percaya bahwa dia mampu terjun ke lapangan dan bertarung dalam lintasan.
"Karena dalam dunia demokrasi saat ini, tak ada "Tumanurung" dan tak ada durian runtuh. Tak ada satupun kontestan yang "diam-diam" di rumah lalu diajak ikut pilkada. Jika pun pernah terjadi, mungkin hanya Anies Baswedan yang didatangi untuk dicalonkan 2007 silam," kata Jubir Anies Baswedan di Pilpres 2024 ini.
Lanjut dia, mereka yang percaya bahwa dirinya bisa masuk dalam kontestasi paling tidak telah pasang baliho, lobi kiri kanan dan tentu saja sudah menyiapkan "isi tas" yang menjadi bekal utama dalam pilkada.
"Pilkada pun sesungguhnya memiliki proses yang memungkinkan calon berkontestasi. Mereka yang tidak yakin dapat parpol atau lebih pede dengan dukungan masyarakat telah disiapkan jalur independen, mereka yang yakin dapat parpol juga disediakan jalur parpol, nah jika ternyata hanya ada satu calon, tetap bisa berlaga melawan kotak kosong," bebernya.
Maka dari itu, MRR menuturkan, tak ada istilah begal-begalan dalam proses mendapatkan usungan, jika tak percaya diri lewat parpol, bisa menggunakan jalur independen.
Akan tetapi jangan terlalu percaya diri bisa dapat dukungan parpol karena penentuan parpol ada di tangan DPP.
"Jangankan yang bukan anggota parpol, sekaliber ketua parpol pun bisa saja tak diusung partainya dengan banyak pertimbangan," katanya.
| Lawan Gugatan Danny Pomanto, Tim Hukum Andi Sudirman Bantu KPU Sulsel |
|
|---|
| Biaya Kampanye Lebih Banyak, Pasangan Danny-Azhar Tetap Kalah Lawan Andi Sudirman-Fatma |
|
|---|
| Danny-Azhar Sapu Bersih Kemenangan 21 Kecamatan di Toraja Utara, Berikut Rincian |
|
|---|
| Rekap Suara Pilgub Sulsel di Kota Makassar, Danny Hanya Unggul Dua Kecamatan Padahal Wali Kota |
|
|---|
| Danny Pomanto Unggul di 3 Kabupaten, Andi Sudirman Menang Telak di Pilgub Sulsel 2024 |
|
|---|