Rabu, 6 Mei 2026

Pria di China Tertangkap Selundupkan 100 Ular Hidup dalam Celana

Pria tersebut dihentikan oleh petugas bea cukai China saat mencoba menyeberang dari Hong Kong menuju kota perbatasan Shenzhen.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Pria di China Tertangkap Selundupkan 100 Ular Hidup dalam Celana
The Guardian
Seorang pria tertangkap mencoba menyelundupkan lebih dari 100 ular hidup ke China dengan memasukkannya ke dalam celana, ditahan bea cukai China saat berusaha keluar dari Hong Kong menuju kota perbatasan Shenzhen. 

TRIBUNTORAJA.COM, SHENZHEN - Seorang pria di China tertangkap menyelundupkan lebih dari 100 ular hidup dengan cara memasukkannya ke dalam celana.

Pria tersebut dihentikan oleh petugas bea cukai China saat mencoba menyeberang dari Hong Kong menuju kota perbatasan Shenzhen.

Bea Cukai China mengungkapkan hal ini dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilaporkan oleh Guardian pada Kamis (11/7/2024).

 

 

"Saat pemeriksaan, petugas bea cukai menemukan kantong-kantong celana penumpang tersebut dipenuhi dengan enam tas kanvas bertali dan disegel dengan pita," bunyi pernyataan tersebut.

"Setelah dibuka, setiap tas ditemukan berisi ular hidup dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna," lanjut pernyataan itu, termasuk di antaranya adalah ular jagung (corn snake) dan ular susu (milk snake).

Petugas menyita total 104 ular, banyak di antaranya merupakan spesies non-asli.

 

Baca juga: Setelah Sidrap, Ular Piton Kembali Telan Manusia di Luwu, Korbannya Juga Emak-emak

 

Dalam video yang dirilis bersama pernyataan tersebut, terlihat dua agen perbatasan mengintip ke dalam kantong plastik transparan yang penuh dengan ular merah, merah muda, dan putih yang bergerak-gerak.

China adalah salah satu pusat perdagangan hewan terbesar di dunia, namun pihak berwenang telah memperketat pengawasan terhadap perdagangan ilegal ini dalam beberapa tahun terakhir.

Undang-undang biosekuriti dan pengendalian penyakit di negara tersebut melarang membawa spesies non-asli tanpa izin.

 

Baca juga: Bakal Berkunjung ke Indonesia, Paus Fransiskus Ternyata Fans Klub Sepak Bola San Lorenzo

 

"Mereka yang melanggar aturan akan ... bertanggung jawab sesuai dengan hukum," kata otoritas bea cukai, tanpa menjelaskan hukuman yang diterima pria tersebut.

Ular jagung (Pantherophis guttatus), yang merupakan salah satu spesies yang diselundupkan, dikenal juga sebagai ular tikus merah, berasal dari Amerika Utara dan termasuk dalam keluarga Colubridae.

Spesies ini menundukkan mangsanya dengan cara melilitnya.

 

Baca juga: Wisatawan di Afrika Selatan Tewas Terinjak Gajah Saat Memotret

 

Ular jagung dapat ditemukan di seluruh bagian tenggara dan pusat Amerika Serikat.

Meskipun sering kali disalahartikan sebagai ular berbisa copperhead (Agkistrodon contortrix) dan sering dibunuh akibat kesalahan identitas ini, ular jagung sebenarnya tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia.

Ular jagung bermanfaat karena membantu mengendalikan populasi hama tikus yang merusak tanaman dan menyebarkan penyakit.

 

Baca juga: Justin Bieber Dibayar Rp 162 Miliar buat Manggung di Pesta Pra Nikah Anak Miliarder India

 

Nama ular jagung berasal dari kebiasaannya yang sering ditemukan di sekitar gudang penyimpanan biji-bijian, di mana mereka memburu tikus-tikus yang memakan jagung yang telah dipanen.

Ular susu, atau milksnake (Lampropeltis triangulum), adalah jenis ular dengan 24 subspesies yang diakui.

Sebelumnya, Lampropeltis elapsoides, yang dikenal sebagai ular merah, kini diakui sebagai spesies yang berbeda.

 

Baca juga: Song Joong Ki dan Katy Saunders Umumkan Kehamilan Anak Kedua

 

Setiap subspesies memiliki penampilan yang berbeda-beda, dan banyak dari mereka memiliki nama umum tersendiri.

Beberapa ahli menyarankan bahwa spesies ini dapat dibagi menjadi beberapa spesies terpisah.

Perlu dicatat bahwa ular susu tidak berbisa bagi manusia.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved