Kembar Tiga Lahir di RS Fatima
Tingkat Kepuasan Pelayanan 80 Persen, Warga Enrekang Pilih Bersalin di RS Fatima Makale
Menurut Yuli Juwita, Rulpiani merupakan pasien yang aktif melakukan kontrol kandungan sejak awal kehamilan di RS Fatima Makale.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Humas3rf3r3.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Warga Bonto, Kecamatan Malua, Enrekang, Rulpiani (33), memilih bersalin di RS Fatima Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Senin (8/7/2024) pukul 08.42 Wita.
RS Fatima Makale diketahui memiliki rate kepuasan pelayanan persalinan mencapai 80 persen.
Hal itu dibenarkan Humas RS Fatima, Yuli Juwita.
Menurut Yuli Juwita, Rulpiani merupakan pasien yang aktif melakukan kontrol kandungan sejak awal kehamilan di RS Fatima Makale.
“Kami di RS Fatima Makale ada namanya survei kepuasan, kemudian dari pasien Ibu Rulpiani memang merasa enakan hatinya, cocok untuk datang kontrol di sini di poli kandungan kami,” ujar Yuli Juwita saat dikonfirmasi di RS Fatima Makale, Kota Makale, Tana Toraja, Selasa (9/7/2024) sore.
Menariknya, Rulpiani melahirkan bayi kembar tiga (triplet), dan semuanya dalam kondisi sehat.
Triplet pertama Rulpiani berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,3 kilogram dan tinggi badan 42 centimeter.
Bayi kedua berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1,5 kilogram dan tinggi badan 40 centimeter.
Dan bayi ketiga berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1,9 kilogram dan tinggi badan 42 centimeter.
Yuli Juwita mengatakan, triplet Rulpiani sudah terdeteksi pada usia kehamilan tiga bulan akibat rutin USG.
Adapun dokter yang menangani Rulpiani yakni dr. Welem Tandi Lolok Sitohang, Sp.OG sebagai dokter kandungan, dan dr. Rizka Yulianti, M. Ked.Klin, Sp.A, sebagai dokter anak.
“Ibunya rutin kontrol USG di RS Fatima Makale. Dan dari USG tersebut, sudah ketahuan pada umur kehamilan tiga bulanan bahwa itu merupakan bayi kembar tiga atau triplets,” beber Yuli Juwita.
Proses persalinan Rulpiani menggunakan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) akibat terindikasi darah tinggi.
ERACS diketahui merupakan suatu prosedur operasi caesar dengan pendekatan khusus untuk mengoptimalkan kesehatan dan keamanan ibu dan bayi pada periode sebelum, selama, dan setelah menjalani operasi caesar.
Keseluruhan proses persalinan tersebut tidak dipungut biaya karena Rulpiani merupakan peserta JKN ungkap Yuli Juwita.