Sabtu, 2 Mei 2026

Turis Italia Jadi Relawan Guru Bahasa Inggris di NES Tana Toraja, Harap Pemerintah Dukung Programnya

Rurise diprakarsai oleh Yayasan Widya Erti Indonesia (WEI) bekerjasama dengan Lembang Maroson, Kecamatan Rembon, Tana Toraja.

Tayang:
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Turis Italia Jadi Relawan Guru Bahasa Inggris di NES Tana Toraja, Harap Pemerintah Dukung Programnya
TribunToraja/Rifki
Turis asal Italia, Agnese, yang menjadi volunteer atau relawan Bahasa Inggris di Natsir Eco Shool Tana Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Empat orang turis mancanegara akan bergabung dan menghabiskan tiga minggu sebagai Volunteacher (pengajar Volunteach) dalam Volunteach Batch I melalui program Rural Resilience Initiative (Rurise) di Natsir Eco School (NES) Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Rurise diprakarsai oleh Yayasan Widya Erti Indonesia (WEI) bekerjasama dengan Lembang Maroson, Kecamatan Rembon, Tana Toraja.

Mereka adalah Agnese asal Italia, Bastian asal Prancis, Gonzalo asal Peru, dan Arya asal Inggris.

Agnese (35) asal Italia misalnya. Creative producer ini mengaku menemukan program tersebut melalui World Packers, sebuah laman yang mengakomodir kerja-kerja volunteering di seluruh dunia.

Hal yang membuat Agnese tertarik menjadi volunteer di NES Tana Toraja yakni program Rurise yang berfokus pada tiga subjek.

Pertama, NES Tana Toraja atau sekolah Bahasa Inggris untuk anak-anak dan masyarakat setempat.

Kemudian pembuatan cendramata Bamboo Cokla' sebagai inovasi pengelolaan hasil panen khas setempat.

Terakhir, sistem sadar lingkungan di mana sampah menjadi akses masuk untuk NES yang nantinya akan didaur ulang menjadi produk bernilai jual.

Kick off Volunteach Batch I program Rural Resilience Initiative (Rurise) Yayasan Widya Erti Indonesia (WEI), di Natsir Eco School (NES), Lembang Maroson, Rembon, Tana Toraja, Kamis (27/6/2024).
Kick off Volunteach Batch I program Rural Resilience Initiative (Rurise) Yayasan Widya Erti Indonesia (WEI), di Natsir Eco School (NES), Lembang Maroson, Rembon, Tana Toraja, Kamis (27/6/2024). (Tribun Toraja/Muhammad Rifki)

Selain itu, Ia mengaku terinspirasi akan Penggagas NES Tana Toraja, Natsir, yang menghabiskan gajinya untuk membangun sekolah Bahasa Inggris di lahan pribadinya.

“Banyak hal yang membuat saya tertarik, misalnya kombinasi antar pertanian ramah lingkungan dan mengajar Bahasa Inggris. Saya punya firasat yang sangat baik akan pekerjaan antar pertanian, anak-anak, dan komunitas di sini,” ujar Agnese dat dijumpai di NES Tana Toraja, Kamis (27/6/2024) siang.

“Dan ketika saya membaca lebih lanjut tentang Pak Natsir pemilik NES Tana Toraja, saya sangat tertarik. Dan saya ingin berkolaborasi dan membantu, dan juga belajar darinya, dari proyek tersebut,” jelasnya.

Selain Agnese dan rekan-rekannya, program Rurise menjaring volunteer di Indonesia.

Namun berbeda dengan turis mancanegara tersebut, volunteer asal Indonesia yang mengaplikasikan diri lewat WEI diakomodir sepenuhnya.

Melansir widyaertiindonesia.org, Rurise merupakan program inovatif yang dirancang untuk menjawab tantangan-tantangan pembangunan desa dengan menguatkan ketahanan desa-desa di Indonesia.

Fokus utamanya yakni pembangunan berkelanjutan dengan mengutamakan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pengetahuan dan keterampilan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved