Tekno
Starlink Mulai Beroperasi di Indonesia, Bagaimana Nasib SATRIA dan Palapa Ring BAKTI?
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa layanan internet berbasis Starlink akan membuka kantor di Indonesia
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/paket-penjualan-starlink-internet-elon-musk-spacex-1552024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Penyedia layanan internet milik Elon Musk, Starlink, kini telah mulai beroperasi di Indonesia.
Kehadirannya hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dinilai bisa mengancam eksistensi bisnis internet satelit lokal seperti SATRIA dan Palapa Ring BAKTI.
Dilansir dari Kompas.com, Rabu (5/6/2024), Aju Widya Sari, Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menjelaskan bahwa Starlink telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan izin penyelenggaraan telekomunikasi.
Persyaratan tersebut meliputi adanya kantor, Network Operation Center (NOC), alamat IP, nomor AS, gateway, keamanan, dan pusat layanan konsumen.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa layanan internet berbasis Starlink akan membuka kantor di Indonesia.
Namun, Dr. Ian Josef Matheus Edward, pengamat telekomunikasi dan Dosen Teknik Telekomunikasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, menilai bahwa pernyataan Menkominfo tersebut bisa diartikan bahwa Starlink sebenarnya belum membuka kantor di Indonesia.
Baca juga: 5 Harga Paket Starlink dan Cara Berlangganan, Mulai Rp 750 Ribu Per Bulan
Menurut Ian, adanya kantor dan NOC adalah syarat mutlak untuk mendapatkan izin penyelenggaraan telekomunikasi. Ia juga mempertanyakan inkonsistensi pernyataan antara Menkominfo dan Direktur Telekomunikasi Kominfo, yang menunjukkan adanya potensi informasi yang ingin ditutupi.
Aju juga menyebutkan bahwa masyarakat di daerah 3T merasa keberadaan BTS BAKTI kurang membantu karena tidak menyediakan layanan broadband yang memadai.
Ini disebabkan oleh penggunaan jaringan backhaul atau pengalur jaringan BTS USO yang menggunakan VSAT. Kehadiran Starlink diharapkan dapat memberikan layanan broadband yang lebih baik di daerah 3T.
Baca juga: Dijemput Luhut Binsar, Elon Musk Bakal Resmikan Starlink Bareng Presiden Jokowi di Bali
| Cara Bikin Spotify Wrapped 2025, Resmi Rilis di Indonesia |
|
|---|
| Samsung Galaxy Z TriFold Resmi Meluncur: HP Lipat Tiga dengan Layar 10 Inci dan Fitur Kelas Flagship |
|
|---|
| Syarat Lengkap dan Cara Daftar Jadi Pro Player di Tim ONIC Esports |
|
|---|
| iPhone Air Tak Laku, Merek Lain Tunda Rencana Bikin HP Tipis |
|
|---|
| Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir Sumatera hingga Desember |
|
|---|