Sabtu, 2 Mei 2026

Tekno

Starlink Mulai Beroperasi di Indonesia, Bagaimana Nasib SATRIA dan Palapa Ring BAKTI?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa layanan internet berbasis Starlink akan membuka kantor di Indonesia

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Starlink Mulai Beroperasi di Indonesia, Bagaimana Nasib SATRIA dan Palapa Ring BAKTI?
Bloomberg
Paket penjualan Starlink. 

TRIBUNTORAJA.COM - Penyedia layanan internet milik Elon Musk, Starlink, kini telah mulai beroperasi di Indonesia.

Kehadirannya hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dinilai bisa mengancam eksistensi bisnis internet satelit lokal seperti SATRIA dan Palapa Ring BAKTI.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (5/6/2024), Aju Widya Sari, Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menjelaskan bahwa Starlink telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan izin penyelenggaraan telekomunikasi.

 

 

Persyaratan tersebut meliputi adanya kantor, Network Operation Center (NOC), alamat IP, nomor AS, gateway, keamanan, dan pusat layanan konsumen.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa layanan internet berbasis Starlink akan membuka kantor di Indonesia.

Namun, Dr. Ian Josef Matheus Edward, pengamat telekomunikasi dan Dosen Teknik Telekomunikasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, menilai bahwa pernyataan Menkominfo tersebut bisa diartikan bahwa Starlink sebenarnya belum membuka kantor di Indonesia.

 

Baca juga: 5 Harga Paket Starlink dan Cara Berlangganan, Mulai Rp 750 Ribu Per Bulan

 

Menurut Ian, adanya kantor dan NOC adalah syarat mutlak untuk mendapatkan izin penyelenggaraan telekomunikasi. Ia juga mempertanyakan inkonsistensi pernyataan antara Menkominfo dan Direktur Telekomunikasi Kominfo, yang menunjukkan adanya potensi informasi yang ingin ditutupi.

Aju juga menyebutkan bahwa masyarakat di daerah 3T merasa keberadaan BTS BAKTI kurang membantu karena tidak menyediakan layanan broadband yang memadai.

Ini disebabkan oleh penggunaan jaringan backhaul atau pengalur jaringan BTS USO yang menggunakan VSAT. Kehadiran Starlink diharapkan dapat memberikan layanan broadband yang lebih baik di daerah 3T.

 

Baca juga: Dijemput Luhut Binsar, Elon Musk Bakal Resmikan Starlink Bareng Presiden Jokowi di Bali

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved