Berita Viral
Pemuda Pancasila Tana Toraja Sebut Pemerintah Keliru Beri Ijin Pernikahan di Gedung Perpustakaan
Pemerintah seharusnya menganalisa dampak kebijakan sebelum memutuskan karena gedung perpustakaan untuk pernikahan dinilai tidak sesuai fungsinya.
Penulis: Ricdwan Abbas | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Pemuda-Pancasila.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, TORAJA - Pernikahan di gedung perpustakaan milik Pemkab Tana Toraja terus mendapat sorotan.
Pemuda Pancasila Tana Toraja ikut menyoroti kebijakan Pemkab yang memberikan izin penggunaan gedung perpustakaan untuk tempat acara pernikahan.
Ketua Sapma Pemuda Pancasila Tana Toraja, Theofilus Patu Rerung, menilai pemberikan ijin itu keliru.
"Saya selaku Ketua Sapma Tana Toraja sangat menyayangkan kebijakan Bupati yang keliru memberi izin pernikahan di gedung Perpustakaan," kata Bung Theo sapaan akrab Theofilus Patu Rerung kepada Tribun-timur.com, Selasa (11/10/2022) pagi.
Ia mengatakan, pemerintah seharusnya menganalisa dampak kebijakan sebelum memutuskan.
Sama halnya penggunaan gedung perpustakaan untuk pernikahan dinilai tidak sesuai fungsi dan bukan waktu yang tepat.
Sebab, salah satu fungsi utama perpustakaan untuk menambah wawasan literasi.
Selain itu, sekolah yang berada tepat di samping perpustakaan sedang melangsungkan proses belajar mengajar.
"Gedung Perpustakaan seharusnya dijadikan tempat meningkatkan minat baca di sektor pendidikan, bukan malah dijadikan sebagai tempat pernikahan saat jam kerja kantor," katanya.
"Apalagi disebelahnya ada sekolah yang aktif melakukan proses belajar mengajar," ungkapnya.
Diakui Theo, ia mengapresiasi Pemda Tana Toraja membantu masyarakat melangsungkan pernikahan karena itu tujuan mulia.
Namun, bukan berarti harus menggunakan fasilitas negara saat jam kerja masih berlangsung.
Apalagi, kata dia, perpustakaan adalah tempat membaca yang membutuhkan ketenangan tanpa suara bising.
"Masih banyak gedung yang bisa di rekomendasikan sebagai tempat pernikahan," katanya.
"Tak seharusnya gedung perpustakaan sebagai tempat menimba ilmu lewat membaca dijadikan tempat pesta," ujarnya.