Selasa, 28 April 2026

Ninja Bersenjata Badik Beraksi di Jalan Faisal Makassar, Serang dan Bakar Pondokan Mahasiswa

Tidak hanya menyerang penghuni rumah kos, kelompok ini juga sempat melakukan pembakaran.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Ninja Bersenjata Badik Beraksi di Jalan Faisal Makassar, Serang dan Bakar Pondokan Mahasiswa
ist
Screenshot rekaman video memperlihatkan sekelompok orang berpakaian hitam-hitam dan bertopeng melakukan aksi penyerangan di sebuah rumah kos Jalan Faisal 17 Lorong 5, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (25/4/24) malam. 

TRIBUNTORAJA.COM - Sebuah rekaman video memperlihatkan sekelompok orang berpakaian hitam-hitam dan bertopeng melakukan aksi penyerangan di sebuah rumah kos Jalan Faisal 17 Lorong 5, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu (25/4/24) malam.

Dalam rekaman video yang viral di media sosial itu, kelompok berpakaian ala ninja ini membawa badik, pisau tradisional Makassar.

Tidak hanya menyerang penghuni rumah kos, kelompok ini juga sempat melakukan pembakaran.

Beruntung, kobaran api dapat dipadamkan warga.

Kapolsek Rappocini, AKP Mustari yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Hanya saja, AKP Mustari belum menjelaskan kronologi detail kasus itu.

"Sebentar ya saya kasih keterangannya, ini sama-sama anggota baru dari lokasi," sebutnya.

Tawuran Pemuda di Kecamatan Tallo

Beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (5/5/2025) sekira pukul 04.00 Wita, warga Jl Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, FR (19), tewas tertembak di bagian kepala, 

Pelakunya adalah Koptu SB, anggota Marinir yang bertugas di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar.

Komandan Lantamal VI, Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, dalam konferensi kasus ini mengungkap kronologi penembakan yang menyebabkan dua warga tertembak.

Satu meninggal dan satu lagi masih dalam perawatan.

Menurut Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, bermula dari kasus pencurian ponsel di rumah perempuan bernama St Ama, warga Jl Galangan Kapal, pada Minggu (5/5/2025) sekira pukul 04.00 Wita.

Kemudian, kata Andi Rahmat, suami St Ama inisial R mendapat informasi bahwa pencuri ponsel berasal dari kampung sebelah. 

"Sekira pukul 04.50 Wita, berdasarkan keterangan saksi mata, terjadi keributan antar kampung dengan menggunakan batu dan busur. Kemungkinan diakibatkan permasalahan pencurian handphone milik St Ama," kata Andi Rahmat saat konferensi pers di kantornya, Minggu sore.

Sekira pukul 04.55 Wita, oknum TNI AL berinisial Koptu SB mengecek kondisi rumahnya.

Saat itu Koptu SB melihat kaca rumah sebelah kanan sudah pecah terkena lemparan dari warga yang bertikai.

Kemudian Koptu SB kata, Andi Rahmat, keluar untuk melihat warga yang bertikai. 

"Kemudian salah seorang warga yang bertikai sempat berteriak, tembak komandan, tembak komandan," ujar Andi Rahmat.

"Akan tetapi Koptu SB dilempari batu oleh pihak yang bertikai dari arah tol," sambungnya.

Koptu SB, lanjut Rahmat, kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengambil senapan angin jenis PCP. 

Setelah itu SB menembak ke arah warga yang sedang bertikai, sebanyak tiga butir dari balkon (teras) lantai dua rumah. 

Sekira pukul 05.00 Wita, Koptu SB turun ke samping pagar tol dekat rumahnya, membawa senapan.

Selanjutnya melihat tiga orang membawa parang dari arah Kampung Pacelang menuju sisi tol dekat rumah SB. 

"Kemudian SB menembak ke arah tiga orang yang membawa parang itu, sebanyak satu butir dan diduga mengenai korban atas nama FL (16) pada bagian dada sebelah kanan," jelasnya.

Korban FL, lanjut Andi Rahmat, dibawa di RS Wahidin untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 05.02 Wita, lanjut Andi Rahmat, dari rumahnya SB melihat ada yang membawa senter dari sisi lain jalan tol dan ada yang teriak itu pelakunya membawa senter komandan. 

"Selanjutnya SB menembak ke arah orang yang membawa senter tersebut sebanyak satu butir dan diduga mengenai korban atas nama sodara FR (19), pada bagian kepala" ungkap Andi Rahmat.

"Hingga menyebabkan korban atas nama FR mendapat luka serius di kepala hingga meninggal dunia setelah dilakukan perawatan ke RS Bhayangkara," bebernya.

Tidak berselang lama, personel Reskrim Polsek Tallo mendatangi lokasi kejadian dan berkomunikasi dengan Polisi Militer Angkat Laut (POMAL) Lantamal VI.

Setelah itu, personel POMAL mendatangi lokasi kejadian.

"Selanjutnya POMAL mengamankan terduga pelaku atas nama Koptu SB beserta barang bukti yang digunakan di kantor POMAL Lantamal VI untuk dilaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," tegasnya.

Jenderal bintang satu ini, pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya FR dan ada korban luka masih dirawat, FL.

"Saya selaku komandan Lantamal VI menyampaikan turut berdukacita atas adanya korban jiwa dan akan terus memberikan perhatian kepada korban yang masih dirawat," ujarnya.

Pihaknya juga berjanji akan memproses secara hukum terduga pelaku sesuatu ketentuan berlaku.(emba)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved