300 Orang Tewas Akibat Banjir dan Cuaca Ekstrem di Afghanistan
Afghanistan, menurut Malik, merupakan salah satu negara yang paling tidak siap menghadapi dampak perubahan iklim dan memerlukan bantuan internasional.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/banjir-bandang-afghanistan-1542024.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, KABUL - Program Pangan Dunia PBB (WFP) melaporkan bahwa lebih dari 300 orang telah tewas akibat banjir bandang yang melanda Afghanistan belakangan ini, sementara banyak lainnya masih hilang.
Daerah utara Afghanistan mengalami banjir bandang setelah musim hujan dengan intensitas yang tidak biasa menghantam wilayah tersebut.
WFP menyatakan bahwa ribuan rumah telah hancur akibat banjir bandang tersebut. Provinsi Baghlan, di utara Afghanistan, melaporkan jumlah korban jiwa dan kerusakan terparah.
Banjir bandang melanda Provinsi Baghlan pada pekan lalu dan mencapai puncaknya pada Jumat (10/5/2024). Save the Children melaporkan bahwa sekitar 600.000 penduduk terdampak banjir, di mana separuh dari mereka adalah anak-anak.
Arshad Malik, Direktur Save the Children untuk Afghanistan, menyatakan bahwa banjir tersebut telah menghancurkan desa-desa, merusak rumah-rumah, dan menewaskan hewan ternak.
Baca juga: Banjir Bandang di Afghanistan, 33 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Rusak
"Anak-anak kehilangan segalanya. Keluarga-keluarga yang masih dalam pemulihan dari dampak ekonomi kekeringan tiga tahun membutuhkan bantuan segera," kata Malik.
Afghanistan, menurut Malik, merupakan salah satu negara yang paling tidak siap menghadapi dampak perubahan iklim dan memerlukan bantuan internasional.
Save the Children telah mengirimkan klinik bergerak dan tim perlindungan anak ke daerah terdampak, sedangkan WHO telah mengirimkan 7 ton obat-obatan dan perlengkapan darurat.
Baca juga: Wabup Tana Toraja Lepas Pengiriman Bantuan Bencana Alam Lazismu Untuk Korban Banjir Bandang Luwu
Sementara itu, UNICEF melaporkan bahwa setidaknya 240 orang tewas akibat banjir di Afghanistan, termasuk 51 anak-anak.
Salah satu korban banjir, Mohammad, kehilangan istri dan dua anak laki-lakinya. Dia juga belum menemukan kedua putrinya yang masih berusia 6 dan 11 tahun.
Baca juga: Update Banjir Bandang di Sumbar, 31 Meninggal, 15 Hilang
"Saya harap seseorang dapat menemukan putri-putri saya. Dalam sekejap mata, saya kehilangan segalanya: keluarga, rumah, harta benda. Tidak ada yang tersisa bagi saya," ujarnya.
Afghanistan juga mengalami banjir bandang pada bulan April, yang menewaskan 70 orang dan menghancurkan ribuan rumah, tiga masjid, dan empat sekolah.
(*)
| Malam Ini Tana Toraja Berpotensi Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG: Sore Hingga Malam Ini Tana Toraja Hujan |
|
|---|
| Siang Panas Menyengat, Malam Ini Tana Toraja Berpotensi Diguyur Hujan |
|
|---|
| Makale Gerimis Sore Ini, Malam Berawan dengan Potensi Hujan |
|
|---|
| Hujan Petir Landa Rantepao Sore Ini, Diperkirakan Hingga Malam |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.