Rabu, 6 Mei 2026

Kaca Rumahnya Pecah, Oknum Marinir di Makassar Sulsel Tembaki Warga yang Tawuran, 1 Tewas

Komandan Lantamal VI, Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, dalam konferensi kasus ini mengungkap kronologi penembakan yang menyebabkan dua warga tertembak.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Kaca Rumahnya Pecah, Oknum Marinir di Makassar Sulsel Tembaki Warga yang Tawuran, 1 Tewas
emba/tribun timur
Danlantamal VI Makassar Brigjen TNI Mar Andi Rahmat gelar konferensi pers penembakan warga oleh oknum anggota Marinir, Minggu (5/5/2024) sore. 

TRIBUNTORAJA.COM - Warga Jl Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, FR (19), tewas tertembak di bagian kepala, Minggu (5/5/2025) sekira pukul 04.00 Wita.

Pelakunya adalah Koptu SB, anggota Marinir yang bertugas di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar.

Komandan Lantamal VI, Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, dalam konferensi kasus ini mengungkap kronologi penembakan yang menyebabkan dua warga tertembak.

Satu meninggal dan satu lagi masih dalam perawatan.

Menurut Brigjen TNI Mar Andi Rahmat, bermula dari kasus pencurian ponsel di rumah perempuan bernama St Ama, warga Jl Galangan Kapal, pada Minggu (5/5/2025) sekira pukul 04.00 Wita.

Kemudian, kata Andi Rahmat, suami St Ama inisial R mendapat informasi bahwa pencuri ponsel berasal dari kampung sebelah. 

"Sekira pukul 04.50 Wita, berdasarkan keterangan saksi mata, terjadi keributan antar kampung dengan menggunakan batu dan busur. Kemungkinan diakibatkan permasalahan pencurian handphone milik St Ama," kata Andi Rahmat saat konferensi pers di kantornya, Minggu sore.

Sekira pukul 04.55 Wita, oknum TNI AL berinisial Koptu SB mengecek kondisi rumahnya.

Saat itu Koptu SB melihat kaca rumah sebelah kanan sudah pecah terkena lemparan dari warga yang bertikai.

Kemudian Koptu SB kata, Andi Rahmat, keluar untuk melihat warga yang bertikai. 

"Kemudian salah seorang warga yang bertikai sempat berteriak, tembak komandan, tembak komandan," ujar Andi Rahmat.

"Akan tetapi Koptu SB dilempari batu oleh pihak yang bertikai dari arah tol," sambungnya.

Koptu SB, lanjut Rahmat, kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengambil senapan angin jenis PCP. 

Setelah itu SB menembak ke arah warga yang sedang bertikai, sebanyak tiga butir dari balkon (teras) lantai dua rumah. 

Sekira pukul 05.00 Wita, Koptu SB turun ke samping pagar tol dekat rumahnya, membawa senapan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved