Pdt Okiwenty Kombong: Hentikan Eksploitasi Alam Yang Berlebihan
Karena itu, ucap Pdt Okiwenty, Festival Sungai Sa'dan bisa terus digelar demi melestarikan lingkunga, ala semesta.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/13042024_Festival_Sungai_Sadan_1.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pdt Okiwenty Kombong memimpin ibadah penutupan Festival Sungai Sa'dan di Sadan To'Barana, Kecamatan Sadan, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/4/2024) malam.
Festival Sungai Sa'dan merupakan rangkian dari HUT Ke-77 Gereja Toraja.
Dalam tradisi gereja, perayaan ulang tahun seperti ini disebut Jubileum.
Pada hakekatnya, perayaan ulang tahun merupakan suatu momentum untuk memberlakukan tibanya tahun tahmat Tuhan, yakni pembebasan dari kemiskinan, bebas dari penyakit, dan bebas dari berbagai belenggu penderitaan lainnya.
Pdt Okiwenty mengungkapkan bahwa itu tidak hanya diberlakukan kepada warga gereja, bahkan tidak hanya kepada umat manusia saja, melainkan juga pembebasan bagi alam semesta, kepada air, tanah dan udara, kepada tumbuhan dan hewan.
"Tahun Ramhat Tuhan merupakan momentun tahun pembebasan bagi alam semesta dan seluruh isinya," ucap Pdt Okiwenty
Karena itu, ucap Pdt Okiwenty, Festival Sungai Sa'dan bisa terus digelar demi melestarikan lingkunga, ala semesta.
Sekretaris Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja wilayah 3 Makale ini mengatakan bahwa Festival Sungai Sa’dan yang merupakan bagian dari Jubileum atau ulang tahun ini sangatlah tepat, di tengah kondisi alam yang makin memprihatinkan.
"Eksploitasi alam yang berlebihan, yang didasari oleh supremasi manusia atas binatang dan tumbuhan, telah menempatkan kita pada ancaman kematian, berupa kiamat ekologis," ucapnya.
Ia juga mengatakan bahwa dengan meningkatnya polusi udara dan air, meningkatnya kualitas dan jumlah jenis penyakit, dan perebutan sumber daya alam.
"Semuanya turut mengurangi kualitas hidup kita, yang pada gilirannya makin mendekatkan kita pada kiamat ekologis tersebut," tuturnya.
"Tidak dapat dipungkiri, pemanfaatan dan eksploitasi sumber daya alam yang terus meningkat telah menyebabkan kualitas lingkungan hidup semakin menurun. Kita telah memaksa alam melebihi batas yang ditetapkan oleh Allah ketika menciptakannya," tuturnya.
Diketahui pesan ibadah terakhhir ini terdapat dalam kitab Markus 16:15 yang berbunyi "Pergilah ke seluruh dunia. Beritakankah Injil kepada segala makhluk."
Hal ini juga terdapat dalam Kitab Wahyu Pasal 22 ayat 1.
(*)
| Pengacara Pegawai BPS Gereja Toraja: C Bukan Tersangka Kasus Narkoba |
|
|---|
| Sambut Paskah, Jemaat Paku Nobar Film Yesus Berbahasa Toraja |
|
|---|
| Pegawai BPS Gereja Toraja Ditangkap Kasus Narkoba, Pacarnya Warga Binaan Lapas Bollangi |
|
|---|
| Gereja Toraja Surati Kapolri, Arena Adu Kerbau di Sa’dan Toraja Utara Dibongkar |
|
|---|
| Gereja Toraja Surati Kapolri, Minta Hentikan Kontes Kerbau yang Jadi Arena Judi |
|
|---|