Senin, 20 April 2026

5 Mimpi Ini Umum Dialami Manusia, Begini Artinya Menurut Sigmund Freud dan Carl Jung

Pengembaraan pikiran di malam hari ini terus menjadi perdebatan ilmuwan, baik dari penyebab, asal-usul

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto 5 Mimpi Ini Umum Dialami Manusia, Begini Artinya Menurut Sigmund Freud dan Carl Jung
Kompas.com
Ilustrasi (iStockphoto/demaerre) 

TRIBUNTORAJA.COM - Dilansir dari laman Cleveland Clinic, mimpi terjadi selama fase tidur rapid eye movement (REM) atau fase tidur pulas manusia.

Sedangkan dikutip dari Kompas.com (3/1/2024),  pakar menyatakan bahwa fase tidur REM dihasilkan oleh bagian batang otak, sedangkan otak depan yang akan menghasilkan mimpi.

Salah satu area otak yang paling aktif saat bermimpi adalah amigdala, yakni bagian otak yang terkait dengan naluri bertahan hidup dan respons "lawan atau lari".

Dilansir dari Forbes, Rabu (3/4/2024), para peneliti memperkirakan bahwa rata-rata orang mengalami sekitar empat hingga enam mimpi per malam.

Pengembaraan pikiran di malam hari ini terus menjadi perdebatan ilmuwan, baik dari penyebab, asal-usul, maupun maknanya.

Dari kacamata Sigmund Freud, bapak psikoanalisis dunia, mimpi adalah pintu gerbang menuju keinginan, ketakutan, dan konflik terdalam kita, yang sering kali dikaburkan oleh kesadaran kita. 

Sedangkan dari perspektif psikologi modern, disebutkan ada banyak teori yang beragam mengenai sifat mimpi.

Teori kognitif menyatakan bahwa mimpi adalah hasil sampingan dari pemrosesan informasi oleh otak, yang berfungsi untuk mengonsolidasikan ingatan kita sekaligus memperkuat pembelajaran.

Carl Jung, tokoh perintis lain dalam psikologi yang lahir tahun 1875, menawarkan perspektif alternatif tentang mimpi.

Baginya, mimpi bukanlah manifestasi acak dari alam bawah sadar, melainkan ekspresi yang bermakna dari pencarian jiwa kita akan keutuhan.

Penelitian dari jurnal Motivation and Emotion menunjukkan bahwa di seluruh dunia, ada beberapa tema umum dalam mimpi.

Meskipun interpretasi dapat bervariasi, namun tema-tema tertentu berulang di berbagai budaya dan konteks.

Berikut 5 mimpi yang paling umum terjadi.

1. Mimpi jatuh

Mimpi jatuh adalah mimpi paling umum yang ada di sejarah umat manusia.

Masih dari Forbes, mimpi jatuh sering kali membangkitkan rasa kerentanan dan kehilangan kendali, membuat seseorang terbangun dipenuhi rasa cemas dan khawatir.

Dari sisi psikologis, mimpi ini dapat melambangkan rasa takut akan kegagalan atau perasaan terjerumus ke dalam kekacauan pribadi.

Atau, mengindikasikan kebutuhan untuk melepaskan hambatan dan menerima perubahan.

Freud menafsirkan jatuh sebagai manifestasi dari hasrat atau kecemasan seksual, yang mencerminkan kerinduan untuk melepaskan diri atau menyerah.

2. Mimpi terbang

Berbanding terbalik dengan jatuh, mimpi terbang melambangkan pembebasan yang melambung tinggi dari batasan-batasan duniawi.

Secara psikologis, mimpi terbang dapat melambangkan kebebasan, pemberdayaan, dan transendensi.

Jung memandang terbang sebagai metafora untuk pendakian spiritual, yang menandakan perjalanan menuju pencerahan.

Mimpi seperti ini sering kali bertepatan dengan perasaan gembira dan euforia.

3. Mimpi dikejar-kejar sesuatu

Sensasi dikejar dalam mimpi membangkitkan naluri primitif kita akan rasa takut dan menghindar.

Psikolog menyebut, secara psikologis, mimpi ini dapat melambangkan penghindaran diri dari konflik atau emosi yang belum terselesaikan.

Mimpi dikejar dapat mencerminkan rasa kewalahan oleh tekanan eksternal atau gejolak batin.

Jung menafsirkan mimpi terjatuh sebagai konfrontasi dengan bayangan diri kita, aspek-aspek yang lebih gelap dan tertekan dari kepribadian kita yang menuntut pengakuan.

4. Mimpi gigi tanggal

Mimpi gigi tanggal ternyata sangat umum terjadi, dan sering kali menimbulkan perasaan tidak nyaman dan rentan.

Secara psikologis, mimpi ini dapat melambangkan rasa takut akan penuaan, kehilangan vitalitas, atau kekhawatiran akan citra diri.

Selain itu, mimpi gigi tanggal juga dapat menandakan kebutuhan akan pembaharuan dan kelahiran kembali, menanggalkan kebiasaan atau keyakinan lama untuk membuka jalan bagi pertumbuhan.

Namun, Freud menafsirkannya sebagai cerminan dari kecemasan seksual atau ketakutan akan pengebirian, yang menghubungkannya dengan perasaan pengebirian dan ketidakberdayaan.

5. Mimpi telanjang di depan umum

Mimpi telanjang di depan umum dapat menyebabkan perasaan kerentanan dan eksposur yang mendalam.

Secara psikologis, mimpi ini dapat melambangkan rasa takut akan penghakiman, penolakan, atau pengawasan sosial.

Mimpi telanjang dapat mencerminkan rasa tidak aman tentang citra diri atau keinginan untuk menyembunyikan kekurangan dan kelemahan yang dirasakan.

Jung menafsirkan ketelanjangan sebagai pengupasan topeng dan kepura-puraan sosial, yang akhirnya mengekspos diri yang sebenarnya di balik topeng konformitas sosial.  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sigmund Freud dan Carl Jung Ungkap Arti 5 Mimpi yang Paling Umum Terjadi"

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved