Jumat, 24 April 2026

Paskah

Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Gaza dan Ukraina pada Perayaan Paskah

Meski berusia 87 tahun dan menghadapi masalah pernapasan sepanjang musim dingin, Paus tetap berkeliling di piazza beberapa kali dengan mobil pausnya..

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Gaza dan Ukraina pada Perayaan Paskah
AP Photo/Alessandra Tarantino
Paus Fransiskus melambaikan tangan ke arah jemaat dari balkon tengah Basilika Santo Petrus sebelum pemberkatan Urbi et Orbi (kepada kota dan dunia) di Vatikan, Minggu, 31 Maret 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM - Dalam perayaan Paskah pada Minggu (31/3/2024), Paus Fransiskus mengajak untuk gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina.

Panggilan tersebut dilontarkan di hadapan sekitar 60.000 jemaat yang hadir dalam Misa Minggu Paskah di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Gaza, yang memiliki komunitas kecil umat Kristen, selalu menjadi perhatian khusus bagi Paus Fransiskus.

 

 

"Perdamaian tidak akan pernah tercipta dengan senjata, tetapi dengan tangan terulur dan hati yang terbuka," ucap Paus Fransiskus dari loggia yang menghadap ke alun-alun, disambut tepuk tangan oleh kerumunan di bawahnya.

Meskipun baru saja merayakan Malam Paskah selama 2,5 jam beberapa saat sebelumnya, Paus Fransiskus tampak dalam keadaan yang baik.

Meski berusia 87 tahun dan menghadapi masalah pernapasan sepanjang musim dingin, Paus tetap berkeliling di piazza beberapa kali dengan mobil pausnya setelah misa untuk menyapa para simpatisan.

 

Baca juga: Paus Fransiskus Bakal Datang ke Indonesia 3 September 2024

 

Diperkirakan sekitar 60.000 orang hadir dalam misa tersebut, dengan lebih banyak lagi yang memadati jalan raya menuju piazza.

Pada awal kebaktian, angin mendorong ikon keagamaan besar jatuh di dekat altar hanya beberapa meter dari Paus; namun, petugas segera memperbaikinya.

Misa Paskah adalah salah satu tanggal paling penting dalam kalender liturgi Kristen, yang merayakan kebangkitan Yesus setelah penyalibannya.

 

Baca juga: Pendeta Ernawati Harapkan Sukacita Paskah Dapat Tetap Hidup di Dalam Diri Jemaat Rantelemo

 

Misa ini merupakan pembuka sebelum pemberkatan "Urbi et Orbi" (kepada kota dan dunia), di mana Paus secara tradisional memberikan daftar ancaman yang menghadang umat manusia.

Paus Fransiskus khususnya menyampaikan keprihatinannya kepada orang-orang di Ukraina dan Gaza serta semua yang terkena dampak perang, terutama anak-anak yang saat ini "lupa cara tersenyum."

"Dalam menghormati prinsip-prinsip hukum internasional, saya berharap akan adanya pertukaran semua tahanan antara Rusia dan Ukraina: semua bagi semua!" ujarnya.

 

Baca juga: Ibadah Paskah 2024 Jemaat Kibaid Paku Makale, Pdt Nirmala: Kubur Kosong Bukan Omong Kosong

 

Dia juga menyerukan pembebasan tahanan yang diambil dari Israel pada 7 Oktober dengan segera, serta gencatan senjata di Gaza dan akses kemanusiaan untuk warga Palestina.

"Kita tidak boleh membiarkan permusuhan saat ini terus membawa dampak buruk bagi warga sipil, yang saat ini berada di titik terendahnya, terutama bagi anak-anak," katanya.

Pidato Paus Fransiskus juga mencakup penderitaan di Haiti, Rohingya, dan para korban perdagangan manusia.

 

Baca juga: Kenapa Paskah Identik dengan Telur: Sejarah dan Makna di Balik Tradisi

 

Dalam beberapa minggu terakhir, Paus Fransiskus berupaya menghindari pidato panjang untuk menjaga kesehatannya.

Dia bahkan membatalkan homili Minggu Palma pekan lalu dan memilih untuk tetap di rumah dari prosesi Jumat Agung di Colosseum pada menit terakhir.

 

Baca juga: Pawai Obor Paskah 2024 Jemaat Rantelemo Tana Toraja Diikuti Lintas Generasi

 

Vatikan menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk "menjaga kesehatannya."

Keputusan itu tampaknya memberikan hasil, karena Paus Fransiskus dapat membacakan doa-doa dalam Misa Malam Paskah yang panjang pada Sabtu malam, serta memimpin Misa Minggu Paskah dan menyampaikan pidatonya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved