Senin, 20 April 2026

Paskah 2024

Pesan Khotbah Gereja Toraja Ibadah Kamis Putih Jelang Paskah

Dalam pesan khotbahnya, menyerukan untuk seluruh umat selalu berbuat baik kepada sesama.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Pesan Khotbah Gereja Toraja Ibadah Kamis Putih Jelang Paskah
freedy/tribun toraja
Ibadah Kamis Putih di Gereja Toraja Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2024) malam. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Jelang Paskah, umat Nasrani seluruh dunia merayakan ibadah Kamis Putih.

Ibadah in menjadi awal dari Tri Hari Suci tersebut merupakan kenangan akan kebersamaan Yesus dengan murid-muridNya di hari terakhir sebelum disalibkan.

Salah satu perayaan ibadah tersebut digelar di Gereja Toraja Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2024) malam.

Gereja Toraja, Jemaat Limbu, Klasis Makale Utara, Rantelemo ini yang memimpin ibadah yaitu, Penatua Naomi Dua Padang SPdK.

Dalam pesan khotbahnya, ia menyerukan untuk seluruh umat selalu berbuat baik kepada sesama.

"Dalam Kitab Yohanis 13 ayat 1 sampai 17, disitu mengajarkan kita sebagai umat manusia dan umat beragama agar selalu berbuat baik kepada sesama," ucapnya.

Ia bahkan mengatakan bahwa perbuatan baik itu harus selalu didasarkan oleh Kasih yang tulus dan murni tanpa pamrih.

"Seperti Tuhan Yesus, waktu dibumi memberikan contoh bahkan pelayanannya kepada orang berdosa, hingga memberikan contoh membasuh kaki murid - murid, padahal kalau dilihat latar belakang mereka ialah hanya kaum marginal dan dipandang sebelah mata saat itu tetapi itulah kasih tanpa pamrih," jelasnya.

Selaras dengan hal itu, Oki Salmon, salah satu Majelis Gereja Toraja Rantelemo mengatakan bahwa makna ibadah Kamis Putih yaitu sebagai perenungan bagi umat Nasrani meneladani contoh yang baik.

"Semua hal baik yang pernah dilakukan oleh Tuhan Yesus, harus dilakukan oleh umat - Nya karena kasih mengajarkan banyak hal," tutupnya.

Ibadah ditutup dengan prosesi pembasuhan kaki kepada jemaat.

Sebagai simbol melayani dengan tulus dan benar tanpa pamrih.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved