Paskah 2024
Jelang Paskah, Segini Harga Telur Ayam Ras di Pasar Sentral Makale
Diketahui hari raya Paskah tahun ini akan bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Harga-3rr.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Seminggu jelang hari raya Paskah yang jatuh pada 29 Maret 2024, harga telur ayam ras di Pasar Sentral Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rp60 ribu per rak.
Pedagang telur Pasar Sentral Makale, Marwati, mengatakan harga tersebut bertahan sejak masuk bulan puasa.
Namun, jika dibandingkan sebelum puasa, harganya hanya Rp55 ribu atau ada kenaikan sebesar Rp5 ribu per rak.
“Harganya sudah dua minggu naik seperti ini. Semenjak jelang puasa, belum ada penurunan,” ujar Marwati di Pasar Sentral Makale, Minggu (24/3/2024) sore.
Diketahui hari raya Paskah tahun ini akan bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Menurut Marwati, kenaikan harga telur yang diambilnya dari Kabupaten Sidrap, disebabkan naiknya harga jagung yang menjadi pakan ayam.
“Naik harganya karena katanya orang di Sidrap harga jagung juga sempat naik,” beber Marwati.
Hal serupa juga diungkapkan Anwar. Menurutnya, imbas kenaikan harga telur diakibatkan harga jagung sempat menyentuh Rp12 ribu per kilogram.
“Kemarin kan jagung mahal sekali sampai Rp12 ribu per kilogram dari harga normalnya Rp6 ribu perkilogram,” ujar Anwar.
Pantauan Tribun Toraja di lokasi, kendati harganya Rp60 ribu per rak, pembeli telur tetap ramai di Pasar Sentral Makale.
“Naik atau tidak, tetap dibeli karena bagian dari kebutuhan pokok di rumah,” ungkap ibu rumah tangga, Marselina.
Imbas El Nino
Sebelumnya, Guru besar Fakultas Pertanian UKI Toraja, Prof Dr Ir Yusuf L Limbongan, MP, memaparkan bahwa naiknya harga bahan pokok secara nasional ditengarai oleh El Nino yang belum berakhir.
Gejala El Nino pada tahun 2023 yang berdampak pada kekeringan di berbagai wilayah termasuk Toraja, sehingga terjadi gagal panen.
“Berdampak pada tanaman lainnya seperti jagung, cabe, tebu/gula, kelapa sawit/minyak goreng, bahkan juga berpengaruh pada produktivitas komoditas impor, yakni kedelai bahkan gandum,” ujar Prof Yusuf saat dikonfirmasi Jumat (23/2).
Selain dampak El Nino, tata kelola pangan dan rantai pasok yang terlalu panjang juga berperan dalam kelangkaan dan kenaikan bahan pokok kata Prof Yusuf.
Data BMKG, El Nino pada Februari 2024 berada pada angka +1.9 (El Nino moderat), dan diperkirakan menuju netral pada bulan April hingga Mei.