Ini Makna Logo HUT Ke-77 Tahun Gereja Toraja
Sandy Tamba, sang kreator, mengaku banyak berkonsultasi dengan panitia dan juga pendeta saat menggarap logo HUT ke-77 Gereja Toraja.
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/26032024_HUT_Gereja_Toraja.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Gereja Toraja akan merayakan ulang tahunnya yang ke-77. Merayakan pertambahan usia ini, Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja secara resmi memperkenalkan logo HUT 77.
Gereja Toraja genap berusia 77 tahun ada 25 Maret 2024 kemarin.
Logo HUT ke 77 Gereja Toraja terlihat lebih sederhana, warnanya kalem. Terdapat angka 77 dengan warna biru muda, menginsyaratkan ketenangan dan kedamaian. Di bawahnya terdapat lambang Gereja Toraja.
Logo ini diciptakan Sandy Tamba.
Kepada Tribun Toraja, Sandy mengaku tidak mudah membuat logo tersebut. Ia mengatakan telah banyak berkonsultasi dengan panitia dan pendeta gereja Toraja mengenai logo tersebut.
"Walaupun masih jauh dari kata sempurna, tentunya yang pertama ialah dibawa melalui doa dan bertukar ide, terima masukan dari panitia juga pengurus Badan Pelayanan sinode (BPS) Gereja Toraja," tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa logo itu mengandung makna yang dalam.
"Tentunya harus penuh makna dan ada historisnya," ucapnya, Selasa (26/3/2024).
Ia pun menjelaskan makna dari setiap item dalam logo tersebut.
Bentuk dasar logo adalah Angka 77 menandakan Gereja Toraja sudah 77 Tahun berdiri.
Antara angka 77 adalah simbol “Sungai dan Air” sebagai tema tahun ini yaitu "Kampanye Sungai". Karena itu juga digelar Festival Sungai Sa'dan yag dilaksanakan di To’ barana dan Karonanga, Sa’dan Ulusalu.
Adapun simbol Gereja Toraja adalah adalah nama pelaksana kegiatan.
Kemudian terdapat tahun 1947 – 2024 adalah tahun berdiri dan tahun pelaksanaan.
Warna Hijau bermakna penghijauan/penanaman pohon kembali di hulu Sungai Sa’dan sebagai salah satu giat kegiatan yang dikampanyekan.
Warna biru menggambarkan ketenangan pikiran dan kesegaran, dari suasana pegunungan
di Sa’dan Ulusalu sebagai hulu sungai sekaligus tempat pelaksanaan kegiatan.
Warna ungu bermakna kebijaksanaan, keseimbangan, serta warna Pertobatan dalam Gereja Toraja.
Warna hitam menggambarkan kekuatan semangat, ketegasan, dan keteguhan iman yang harus dimiliki setiap anggota Gereja Toraja.
Sebagai informasi tambahan, Sandy Tamba juga merupakan sosok yang mendesain logo Kabupaten Toraja Utara.
(*)
| Juara Rinjani 100 Ultra 2026, Dian Salurante Dapat Penghargaan dari Bupati Toraja Utara |
|
|---|
| Polres Toraja Utara Tangkap Enam Warga Berjudi Ma'pasilaga Tedong |
|
|---|
| Tipikor Polres Toraja Utara Serahkan Sisa Pengembalian Dana PPPK |
|
|---|
| Baznas Libatkan Masjid Kelola dan Salurkan Hewan Kurban |
|
|---|
| Hanya 1 Orang, JCH Toraja Utara Masuk Asrama Haji Sudiang Sabtu Lusa |
|
|---|