Kamis, 30 April 2026

Beras Diprediksi Masih Mahal Hingga April 2024, Bapanas Setuju Kenaikan HET Beras

Di pasaran, termasuk di Toraja Raya, harga beras premium sudah mencapai angka Rp 17 ribu per kilogram.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Beras Diprediksi Masih Mahal Hingga April 2024, Bapanas Setuju Kenaikan HET Beras
ist
Stok beras di gudang Toraja. Bappenas menyetujui perpanjangan HET beras premium hingga April 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKASSAR - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyetujui kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium diperpanjang.

Disebutkan, relaksasi kenaikan HET untuk beras premium berlanjut sampai April 2024.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel), HET beras premium kini me capai Rp14.900. Angka ini naik Rp 1.000 dibandingkan harga pada Februari lalu yang hanya Rp13.900.

Di pasaran, termasuk di Toraja Raya, harga beras premium sudah mencapai angka Rp 17 ribu per kilogram.

Merespon kebijakan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muh Arsjad, mengatakan kenaikan HET ini disebabkan beberapa hal.

Termasuk biaya produksi yang membengkak sementara belum memasuki masa panen raya.

"Kita harus pahami kenaikan HET ini juga disebabkan antara lain karena memang biaya produksi sendiri. Harus dipahami itu," jelas Muh Arsjad, Rabu (20/3/2024).

"Tidak ada jalan lain, Sulsel harus tingkatkan produksi. Kita harus pastikan tingkatkan produksi," sambungnya.

Muh Arsjad mengatakan Sulsel belum masuk panen raya. Meskipun petani di beberapa daerah sudah mulai panen.

Panen raya dijadwalkan baru berlangsung sekitar April.

"Kondisi sekarang kita belum panen raya meskipun ada beberapa daerah panen. Itu mempengaruhi harga," katanya.

Pemprov Sulsel pun disebutnya terus berupaya menjaga keterjangkauan beras di masyarakat.

Maka dari itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) menurutnya menjadi solusi terkini.

Sehingga akses masyarakat mendapat beras lebih terjangkau hingga panen raya tiba nanti.

"Bagaimana jaga itu, kita berupaya lakukan intervensi bagaimana memastikan keterjangkauan harga melalui kegiatan diantaranya GPM yang massif dilakukan," jelasnya.

GPM serentak di 24 kabupaten/kota sudah dilakukan Pemprov Sulsel.

Rangkaian GPM ini masih akan berlangsung sampai lebaran mendatang sesuai waktu yang ditentukan Pemda setempat.(*)

Sumber: Tribun Timur

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved