Ramadan 2024
Sakit Kepala saat Puasa Ramadan? Begini Cara Mengatasinya tanpa Batal
Sakit kepala saat berpuasa bisa timbul setelah berpuasa selama 16 jam atau lebih. Biasanya, sakit kepala ini bersifat ringan hingga sedang dan…
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Sakit-kepala.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Salah satu masalah kesehatan yang sering muncul saat menjalani ibadah puasa adalah sakit kepala, sehingga sangat diperlukan cara mengatasinya agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga waktu berbuka.
Sakit kepala saat berpuasa bisa timbul setelah berpuasa selama 16 jam atau lebih. Biasanya, sakit kepala ini bersifat ringan hingga sedang dan tidak berdenyut.
Nyeri ini bisa dirasakan di seluruh kepala atau terpusat di sekitar dahi.
Intensitas nyeri pada sakit kepala saat puasa biasanya ringan hingga sedang, lebih mirip dengan sakit kepala tegang daripada migrain.
Namun, bagi orang yang rentan terhadap migrain, puasa tetap bisa memicu serangan migrain.
Masalah kesehatan ini sering dikaitkan dengan gula darah rendah atau hipoglikemia serta dehidrasi, dan kadang-kadang terkait dengan penarikan kafein.
Baca juga: Ini Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa Ramadan
Dikutip dari laman Verywell Health, semakin lama seseorang tidak makan, maka semakin tinggi kemungkinan mengalami sakit kepala saat puasa.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang biasanya mengalami sakit kepala memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit kepala saat berpuasa dibandingkan dengan yang tidak.
Namun tidak perlu khawatir, karena berikut ini adalah 7 cara mencegah dan mengatasi sakit kepala agar tidak mengganggu ibadah puasa.
Baca juga: Ini Waktu Mustajab untuk Memperbanyak Doa di Bulan Ramadan
1. Menghirup Aromaterapi
Menggunakan minyak atsiri seperti lavender dan peppermint dapat membantu meredakan sakit kepala.
Minyak-minyak ini diyakini memiliki kemampuan terapeutik yang dapat menimbulkan rasa tenang dan mengurangi gejala mual.
Aroma dari minyak atsiri tersebut memiliki efek positif pada sistem limbik otak setiap individu.
Cara paling umum untuk menggunakan minyak atsiri adalah dengan meneteskan beberapa tetes minyak esensial ke dalam diffuser untuk mengeluarkan uap beraroma di sekitar ruangan.
Hal ini memungkinkan aroma dari minyak esensial tersebut tersebar secara merata dan dapat dihirup dengan mudah untuk mendapatkan manfaat terapeutiknya.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Selasa 19 Maret 2024 - 8 Ramadan 1445 H untuk Wilayah Toraja Utara
2. Pijat Kepala
Menurut American Massage Therapy Association, pijat kepala juga telah terbukti efektif dalam mengurangi tekanan atau ketegangan di sekitar kepala, serta mengurangi keparahan dan durasi nyeri.
Manfaat relaksasi dari memijat kepala, jika dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan peredaran darah di sekitar kepala, sehingga membantu mengurangi rasa sakit.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Selasa 19 Maret 2024 - 8 Ramadan 1445 H untuk Wilayah Tana Toraja
3. Pakai Kompres Dingin
Memakai kompres dingin atau handuk basah yang dingin, pada kepala atau leher dapat membantu mengurangi rasa sakit kepala dengan membatasi aliran darah ke saraf nyeri untuk sementara.
Dengan demikian, sinyal yang menyebabkan sensasi sakit terganggu atau mati rasa. Sebagai gantinya, otak akan fokus pada sensasi dingin dari kompres tersebut.
Baca juga: Ramadan Mengaji, SMKN 1 Tana Toraja Harap Tuntaskan Buta Aksara Alquran Antar Siswa
4. Cukup Istirahat
Istirahat yang cukup sangat penting dilakukan terutama saat berpuasa di bulan Ramadan.
Memiliki waktu ekstra untuk istirahat saat jam makan siang bisa menjadi solusi untuk menghindari sakit kepala saat berpuasa.
Selain itu, memejamkan mata dan berbaring di tempat yang sunyi atau gelap juga dapat membantu mengurangi rasa sakit kepala dan memberikan kesegaran kembali.
Baca juga: Rahasia Awet Muda Prilly Latuconsina, Ternyata Mudah Diterapkan saat Ramadan
5. Makan Secukupnya
Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat membuat organ tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna kalori berlebih, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pusing atau bahkan sakit kepala.
Baca juga: Waspada Penipuan APK Undangan Buka Puasa dan Idul Fitri selama Bulan Ramadan!
6. Jangan Lewatkan Sahur
Makan sahur adalah sumber energi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan saat berpuasa sepanjang hari.
Utamakan mengonsumsi karbohidrat dan protein untuk meningkatkan energi, serat untuk merasa kenyang lebih lama, serta buah dan sayuran yang kaya air untuk menjaga hidrasi tubuh.
Baca juga: Sering Buang Air Kecil dan Cepat Haus setelah Sahur Puasa Ramadan? Ini Penyebabnya
7. Konsumsi Suplemen Zat Besi
Pusing atau sakit kepala juga bisa menjadi gejala anemia.
Bagi yang memiliki riwayat anemia, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi suplemen zat besi saat sahur atau berbuka puasa.
(*)
| Jadwal Buka Puasa Toraja Utara 29 Ramadan Hari Ini 9 April 2024, Lengkap Doa Puasa |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Tana Toraja 29 Ramadan Hari Ini 9 April 2024, Lengkap Doa Puasa |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Toraja Utara 28 Ramadan Hari Ini 8 April 2024, Lengkap Doa Puasa |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Tana Toraja 28 Ramadan Hari Ini 8 April 2024, Lengkap Doa Puasa |
|
|---|
| Lakukan ini Untuk Dapatkan Malam Lailatul Qadar, Berlimpah Keberkahan dan Pahala |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.