Perang Israel Palestina
Kisah Pilu Anak-anak Gaza, Sekarat karena Kelaparan
hebreyesus mengatakan kekurangan makanan mengakibatkan kematian 10 anak, dan menambahkan bahwa kekurangan listrik juga menimbulkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/anak45.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Kondisi anak-anak di Gaza Utara sangat memprihatinkan.
Mereka, korban perang Hamas versus Israel, tengah sekarat karena kelaparan.
Demikian laporan terbaru Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Mengutip media Turki, Yeni Safak, Tedros mengaku prihatin.
“Malnutrisi tingkat parah, anak-anak sekarat karena kelaparan, kekurangan bahan bakar, makanan dan pasokan medis, gedung rumah sakit hancur,” tulis Tedros, Senin (4/3/2024).
“Situasi di Rumah Sakit Al-Awda sangat memprihatinkan, karena salah satu bangunannya hancur. Rumah Sakit Kamal Adwan adalah satu-satunya rumah sakit anak di utara Gaza, dan kewalahan menampung pasien,” tambahnya.
Tedros mengatakan kekurangan makanan mengakibatkan kematian 10 anak, dan menambahkan bahwa kekurangan listrik juga menimbulkan ancaman serius terhadap perawatan pasien, terutama di area kritis seperti unit perawatan intensif dan unit neonatal.
“Kami mengimbau Israel untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan dengan aman dan teratur. Warga sipil, terutama anak-anak, dan staf kesehatan membutuhkan bantuan yang lebih besar segera.”
“Tetapi obat utama yang dibutuhkan semua pasien ini adalah perdamaian. Gencatan senjata,” tambahnya.
Kantor Media di Gaza, pada Senin melaporkan, sebanyak 13.430 anak-anak telah terbunuh di Jalur Gaza akibat serangan udara dan operasi darat Israel sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober 2023.
Laporan tersebut mencatat, 8.900 perempuan terbunuh selama 150 hari. 7.000 orang atau 70 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, masih berada di bawah reruntuhan atau hilang.
Kantor media mengatakan 364 petugas kesehatan dan 132 jurnalis juga kehilangan nyawa selama periode tersebut.
Sebagai peringatan terhadap meningkatnya kelaparan di Gaza, kantor tersebut mengatakan Israel telah mencegah masuknya makanan dan pasokan bantuan dan bahkan menargetkan kendaraan bantuan yang mencoba mencapai wilayah tersebut, yang menyebabkan kematian puluhan orang yang mencari makanan untuk keluarga mereka.
Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober.
Pemboman Israel yang terjadi kemudian telah menewaskan 30.534 orang dan melukai 71.920 lainnya dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anak-anak Sekarat karena Kelaparan di Gaza Utara, 13 Ribu Terbunuh Sejak 7 Oktober 2023
| Israel Kembali Serang Palestina, Netanyahu Klaim Tak Ada Kelaparan di Gaza |
|
|---|
| Tentara Israel Tolak Bertempur di Gaza, Tolak Kebijakan Perang |
|
|---|
| Staf World Central Kitchen Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Hamas Jadi Kambing Hitam |
|
|---|
| Qatar Hentikan Peran sebagai Mediator Israel-Hamas, Masa Depan Gaza Semakin Kelam |
|
|---|
| Dampak Serangan Israel di Gaza: 93 Persen Bangunan Sekolah Hancur, Pertanian Tersisa 22 Persen |
|
|---|