Sabtu, 30 Mei 2026

Houti Serang Kapal Kargo Inggris hingga Tenggelam

Sejak November 2023 lalu, kelompok Houthi telah beberapa kali menargetkan kapal-kapal di Laut Merah dan perairan sekitarnya sebagai bagian dari...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Houti Serang Kapal Kargo Inggris hingga Tenggelam
AP Photo
Kapal kargo Inggris bernama Rubymar yang diserang kelompok Houthi Yaman akhirnya tenggelam di Laut Merah setelah beberapa hari tergenang air, Sabtu (2/3/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, DUBAI - Kapal kargo Inggris bernama Rubymar yang diserang kelompok Houthi Yaman akhirnya tenggelam di Laut Merah setelah beberapa hari tergenang air, Sabtu (2/3/2024).

Ini kapal pertama yang sepenuhnya hancur sebagai hasil dari serangan kelompok Houthi terkait perang Israel melawan Hamas di Gaza.

Kejadian tenggelamnya Rubymar ini terjadi saat jalur pelayaran penting untuk pengiriman kargo dan energi dari Asia dan Timur Tengah ke Eropa terganggu oleh serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi.

 

 

Banyak kapal memilih untuk menghindari rute tersebut.

Tenggelamnya Rubymar ini diperkirakan akan membuat kapal-kapal lain harus mencari jalur alternatif dan membayar tarif asuransi yang lebih tinggi, bisa meningkatkan inflasi global dan mempengaruhi pengiriman bantuan ke wilayah tersebut.

Adapun Rubymar kapal berbendera Belize, mengalami serangan rudal anti-kapal Houthi pada 18 Februari lalu di Selat Bab el-Mandeb.

Selat ini merupakan jalur air penting yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, serta pejabat militer regional, telah mengonfirmasi tenggelamnya kapal ini.

 

Baca juga: Amerika Serikat Hingga Rusia Ucapkan Selamat kepada Prabowo

 

Namun, pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonimitas karena tidak diizinkan untuk berbicara kepada jurnalis tentang insiden tersebut.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris, yang memantau jalur air di Timur Tengah, juga mengakui tenggelamnya Rubymar pada Sabtu sore kemarin.

Pengelola Rubymar yang berbasis di Beirut belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved