Minggu, 26 April 2026

Nematsuri, Festival Tidur di Jepang yang tak Boleh Ditonton!

Berlangsung di Kota Tahara, Prefektur Aichi, festival tahunan ini melibatkan pendeta Shinto dan beberapa orang lainnya yang membawa benda suci dari...

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Nematsuri, Festival Tidur di Jepang yang tak Boleh Ditonton!
BBC
Ilustrasi. 

TRIBUNTORAJA.COM - Jepang dikenal dengan beragam festival menarik seperti Festival Lentera Nagasaki dan Festival Salju Sapporo.

Namun, ada satu festival yang sudah berlangsung selama tiga abad lamanya, namun tak boleh disaksikan oleh siapapun karena diyakini dapat membawa nasib buruk.

Festival tersebut dikenal dengan nama Nematsuri, atau Festival Tidur.

 

 

Dilansir dari Soranews24, catatan tertua tentang festival ini berasal dari tahun 1707, namun asal-usulnya masih menjadi misteri dan bisa jadi lebih tua dari itu.

Berlangsung di Kota Tahara, Prefektur Aichi, festival tahunan ini melibatkan pendeta Shinto dan beberapa orang lainnya yang membawa benda suci dari Kuil Hisamaru ke Kuil Omiyashinmeisha.

 

Baca juga: Jelang Festival Sungai Sadan, Komunitas Toraja Trail Pungut Sampah di Aliran Sungai

 

Keesokan harinya, benda tersebut dikembalikan dari Kuil Omiyashinmeisha ke Kuil Hisamaru, dengan ritual khusus untuk menandai kesuksesan perpindahan benda tersebut.

Meskipun jarak antara Kuil Omiyashinmeisha dan Kuil Hisamaru hanya sekitar 550 meter, festival ini tetap menjadi rahasia karena tidak ada yang diperbolehkan untuk menyaksikannya.

 

Baca juga: Yayasan Kreatif Toraja Raya Hidupkan Lakipadada di Panggung Festival Budaya

 

Kenapa Tak Boleh Ditonton?

Kepercayaan bahwa melihat festival ini dapat membawa nasib buruk telah beredar dari generasi ke generasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved