Beras Mahal
Politik Bansos Overdosis Diduga Penyebab Beras Mahal
Termasuk, terkait data produksi dan data penggunaan dalam jumlah terlampau besar untuk politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-beras-pasar-makale-tana-toraja-2982023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Luluk Nur Hamidah, mengatakan ada dua faktor penyebab stok beras terbatas dan mahal.
Pertama, adanya permainan kartel beras.
Kedua, politik bagi-bagi bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang ditengarai juga tidak transparan.
"Tidak semata kartel, tapi juga politik bansos yang overdosis. Dua situasi ini yang membuat pasar jadi tidak terkendali," ujar Luluk saat dihubungi Tribun, Kamis (22/2/24).
Luluk melihat pemerintah juga tidak transparan terhadap data-data stok cadangan nasional.
Termasuk, terkait data produksi dan data penggunaan dalam jumlah terlampau besar untuk politik.
Untuk dugaan kartel, ucap Luluk, pemerintah bersama penegak hukum menindak para pelaku kartel beras.
Sebab, yang dirugikan adalah masyarakat dengan kenaikan harga beras yang dinilainya sudah tidak wajar.
"Saya kira hadir lah pemerintah di tengah masyarakat, melakukan operasi pasar dan kalau memang ditengarai ada kartel beras yang ini udah berpraktek sekian tahun bahkan satu dekade ya dibongkar lah," kata Luluk.
Apalagi bagi masyarakat yang perekonomiannya baru pulih dampak dari pandemi.
"Maka kenaikan harga beras ini sudah tidak wajar," tambah Luluk.
Co-Captain Timnas AMIN Thomas Lembong atau Tom Lembong menyebut langka dan mahalnya beras di pasaran selama beberapa hari terakhir ini diakibatkan dari kebijakan bansos.
Menurutnya kebijakan bansos yang dikeluarkan pemerintah justru menguras stok beras di Bulog.
"Kondisi pasar beras di Indonesia itu lagi kacau balau, dan itu kalau saya menanggapi secara teknokratis, secara profesional, hampir pasti ada kaitannya dengan kebijakan yang diambil di saat-saat di bulan-bulan pemilu terkait bansos," kata Tom.
"Ada indikasi bahwa kebijakan bansos yang ditempuh itu menguras stok Bulog sampai 1,3 juta ton. Itu angka yang sangat signifikan," imbuhnya.