Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo Subianto Tuai Polemik, Presiden Jokowi: SBY dan Luhut Pernah
Jokowi menambahkan bahwa Prabowo juga telah menerima anugerah atas jasa-jasanya di bidang pertahanan.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-jenderal-kehormatan-prabowo-subianto-cilangkap-jakarta-2-2822024jpg.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terhadap beragam pendapat terkait pemberian anugerah kenaikan pangkat istimewa berupa gelar jenderal kehormatan kepada Prabowo Subianto.
Menurutnya, tindakan tersebut bukanlah hal baru di masa pemerintahannya.
“Ini juga sudah terjadi sebelumnya, tidak hanya saat ini. Dulu, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) juga pernah mendapatkan, begitu pula dengan Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Ini merupakan hal yang biasa terjadi baik di TNI maupun di Polri,” ungkap Jokowi usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Rabu (28/2/2024).
Jokowi menambahkan bahwa Prabowo juga telah menerima anugerah atas jasa-jasanya di bidang pertahanan.
“Penting bagi kita untuk mengetahui bahwa pada tahun 2022, Prabowo Subianto telah dihargai dengan Bintang Yudha Dharma Utama karena sumbangsihnya di bidang pertahanan. Kontribusinya telah memberikan dampak besar bagi perkembangan TNI dan kemajuan negara,” kata Jokowi.
Baca juga: Jenderal Kehormatan untuk Prabowo Subianto, Jokowi: Bentuk Penghargaan Jasa Beliau di Pertahanan
“Proses pemberian anugerah tersebut telah melalui tahapan verifikasi oleh dewan gelar tanda jasa dan tanda kehormatan, dan ini sejalan dengan UU No 20 Tahun 2009."
"Kemudian, atas usulan Panglima TNI, Prabowo diberikan pengangkatan dan kenaikan pangkat secara istimewa. Semua keputusan ini berasal dari bawah,” tambahnya.
Jokowi menolak anggapan bahwa pemberian anugerah kepada Prabowo merupakan bagian dari transaksi politik.
Baca juga: Presiden Jokowi: Pemberian Pangkat Jenderal Kehormatan Prabowo Subianto Bukan Transaksi Politik
“Jika ini merupakan transaksi politik, kita akan melakukannya sebelum pemilu. Namun, ini dilakukan setelah pemilu, agar tidak timbul spekulasi negatif,” ujar Jokowi.
Joko Widodo
Jokowi
Jenderal Kehormatan
Prabowo Subianto
Susilo Bambang Yudhoyono
Luhut Binsar Pandjaitan
TNI
Jakarta
| Oknum TNI Terlibat Pemukulan Pengunjung Kafe Valery Toraja Utara Diserahkan ke Denpom |
|
|---|
| Kader PSI di Hotel Claro Makassar: "Jokowi, Jokowi, Jokowi" |
|
|---|
| Spanduk “Adili Jokowi” Terbentang di Depan Arena Rakernas PSI di Makassar |
|
|---|
| Sejarah Hari Dharma Samudra, Diperingati Setiap 15 Januari |
|
|---|
| Saksikan Uang Rampasan Kejagung Rp6 Triliun, Prabowo: Cukup Bangun 100 Ribu Rumah di Sumatra |
|
|---|