Kamis, 23 April 2026

Makale Dikepung Banjir

Pasca Banjir, Ada Saja Warga Masih Buang Sampah ke Sungai

Terpantau di sekitar sungai tersebut, sampah-sampah bergama jenis tertumpuk di sisi sungai.

Tayang:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Pasca Banjir, Ada Saja Warga Masih Buang Sampah ke Sungai
TribunToraja/Freedy Samuel
Sampah tertumpuk di salah satu sudut jalan Kampung Pisang, Makale, Tana Toraja, saat diabadikan Senin (26/2/2024) pagi. 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Banjir melanda Kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (26/2/2024) malam.

Lurah Tondon Mamullu, Daniel Tandi, menyebutkan banjir kali ini selain karena faktor alam, juga karena ada faktor manusia.

Dalam hal ini manusia tidak menjaga lingkungannya. Sungai menjadi sempit karena pembangunan pemukiman.

Selain itu, karena banyak sampah yang membuat aliran air tersumbat.

"Kali ini air lebih tinggi karena area makin padat dengan bangunan, jadi wilayah sungai juga menyempit, di tambah lagi air tidak bisa lancar mengalir karena sampah yang menumpuk di sungai," katanya.

Daerah yang paling parah diterjang banjir adalah kawasan Pasar Sentral Makale dan juga Kampung Pisang. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Namun, bencana banjir semalam tidak serta merta membuat warga jera.

Bahkan, saat Tribun Toraja sedang mengabadaikan kondisi air di Sungai Surame yang ada di dekat Pasar Sentral Makale, terlihat seorang warga membuang sampah ke arah sungai.

Terlihat, 1 kantong plastik berwarna hitam dibuang ke sungai.

Selain itu, terpantau di sekitar sungai tersebut, sampah-sampah bergama jenis tertumpuk di sisi sungai.

Mulai dari popok hingga sampah organik seperti sisa sayuran busuk juga terpantau di sekitar sungai, bahkan terjatuh dan mengalir di sungai tersebut.

Salah satu petugas kebersihan di lokasi yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa memang sudah sering oknum warga di sekitar Pasar Sentral Makale membuang sampah ke sungai.

"Selain sampah dari wilayah lain, memang benar ada juga oknum warga sini yang membuang sampah ke sungai," ucapnya.

Ia berharap bahwa ke depan semua warga sadar akan pentingnya menjaga sungai dari sampah.

"Apalagi ini masuk musim penghujan dan bisa saja hingga bulan April tahun ini, jadi percuma kalau petugas yang harus selalu membersihkan tanpa ada kesadaran dari seluruh warga," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved