Selasa, 12 Mei 2026

Kampus Lawan Jokowi

Penelepon Mengaku Polisi Paksa Rektor Unika Semarang Bikin Video Testimoni Keberhasilan Jokowi

Dia menjelaskan, pemilik nomor yang mengaku dari polisi tersebut mulai menghubunginya pada Jumat 2 Febuari 2024 yang lalu.

Tayang:
Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Penelepon Mengaku Polisi Paksa Rektor Unika Semarang Bikin Video Testimoni Keberhasilan Jokowi
Tribun-Timur.com
Sejumlah Guru Besar Unhas membacakan petisi pernyataan sikap di depan Rektorat Unhas, Tamalanrea, Makassar, Jumat (2/2/2024), mengkritik Jokowi terkait penryataan sikapnya pada Pilpres 2024. 

TRIBUNTORAJA.COM - Sepekan terakhir, para guru besar dan dosen dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia mengeluarkan petisi untuk menyikapi kondisi demokrasi Indonesia yang mengalami kemunduran.

Hal itu dipicu sikap Presiden Jokowi yang dinilai memihak kepada capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Gibran serta kian banyaknya intimidasi aparat kepada masyarakat untuk memilih Prabowo-Gibran.

Perlawanan dari kampus atas sikap tidak netral Jokowi itu, pun membuat pusing presiden.

Sehingga, Istana mencoba mengcounter aksi akademisi tersebut dengan menekan para rektor agar membuat pernyataan mendukung Jokowi. 

Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto, bahkan mengaku diminta seseorang yang mengaku polisi untuk membuat testimoni video mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo.

"Nomor satu diminta mengapresiasi kinerja Pak Jokowi. Kedua bahwa pemilu ini mencari penerus Pak Jokowi. Yang ketiga lupa," jelasnya saat dihubungi kompas.com, Selasa (6/2/2024).

Dia menjelaskan, pemilik nomor yang mengaku dari polisi tersebut mulai menghubunginya pada Jumat 2 Febuari 2024 yang lalu.

"WA (WhatsApp) dari anggota Polrestabes Semarang atas instruksi Polda Jateng menghubungi Jumat," kata dia.

Oknum tersebut memintanya untuk membuat video testimoni untuk Jokowi dengan poin-poin yang telah dikirimkan.

"Beliau meminta saya untuk buat video. Tapi saya nggak respons, karena kami memang berbeda," ujarnya.

Kemudian pada Sabtu, 3 Febuari 2024, nomor itu menghubunginya kembali dengan mengirimkan video-video testimoni dari kampus lain.

"Ini bapak, semuanya sudah ngirim untuk saya kirim ke Kapolda," ucap Hindarto menirukan pesan yang dikirim kepadanya.

Merasa tak perlu membuat video testimoni tersebut, Hindarto memilih untuk tidak membalas pesan dari nomor tersebut.

"Saya nggak respons karena itu bukan pilihan kami," paparnya.

Lalu pada Senin, 5 Febuari 2024 nomor tersebut kembali menghubunginya. Kali ini melalui sambungan telepon.

"Senin siang masih telpon lagi tapi tetap nggak saya respons," ujarnya.

Sampai berita ini ditayangkan, kompas.com sudah berusaha menghubungi Polda Jateng untuk mengkonfirmasi kabar tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Rektor Unika Soegijapranata, Dihubungi Oknum yang Mengaku Polisi, Diminta Buat Video Apresiasi Jokowi" 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved