Sabtu, 11 April 2026

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

Balai Bahasa Provinsi Sulsel Gelar UKBI di SMPN 1 Rantepao

Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) UKBI Balai Bahasa Sulsel, Nurlina Arisnawati

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Balai Bahasa Provinsi Sulsel Gelar UKBI di SMPN 1 Rantepao
freedy/tribun toraja
 Balai Besar Bahasa Sulsel dan Dinas Pendidikan Toraja Utara, melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMPN 2 Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin-Selasa (5-6/2/2024). 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Balai Bahasa Provinsi Sulsel dan Dinas Pendidikan Toraja Utara, melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di SMPN 1 Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin-Selasa (5-6/2/2024).

Agenda hari Senin adalah sosialisasi UKBI sedangkan agenda Selasa adalah Pendampingan Pendaftaran UKBI Adaptif Merdeka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan guru dari SMPN 1 Rantepao, SMPN 2 Rantepao, perwakilan dari UKI Toraja, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan perwakilan dari Polres Toraja Utara.

Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) UKBI Balai Bahasa Sulsel, Nurlina Arisnawati SPd MPd, mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengukur kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia, khususnya kemahiran berbahasa yang baik dan benar.

"Untuk Toraja Utara ini kali pertama, kalau di Tana Toraja sudah pernah. Kegiatan ini untuk mengasah kemamampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, karena baik belum tentu benar, benar sudah tentu baik," ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa belum tentu dosen yang mempunyai gelar profesor sudah menguasai dan teruji dalam simulasi UKBI.

"Pernah kejadian di Kota Makassar, anak sekolah dapat mengalahkan poin  salah satu profesor saat UKBI," tuturnya.

Menurutnya, Utamakan Bahasa Indonesia masih sangat relevan dalam berkegiatan sehari-hari.

"Ada slogan utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing, itu tetap menjadi pergumulan kita sebagai warga negara Indonesia dan harus diejawantahkan bersama tanpa mengenal profesi, termasuk dalam bidang jurnalistik," jelasnya

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved