tips
Cara Aman Berkendara Motor Saat Hujan disertai Angin Kencang
Jika tidak ada keperluan yang mendesak dan penting, sebaiknya hindari menggunakan motor saat hujan turun apalagi jika deras.
Penulis: Redaksi | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/13012024_tips_berkendara.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Saat ini telah memasuki musim hujan. Hampir tiap hari hujan turun, baik intensitas ringan, sedang, maupun deras.
Bahkan, kadang hujan disertai petir dan juga angin kencang.
Berkendara, utamanya menggunakan motor, sangat beresiko saat hujan turun. Pasalnya, jalanan akan licin saat hujan, belum lagi pandangan terganggu karena tetesan air hujan.
Jika tidak ada keperluan yang mendesak dan penting, sebaiknya hindari menggunakan motor saat hujan turun.
Selain itu, pengendara juga harus waspada dan mencegah terjadinya aquaplaning.
Aquaplaning adalah suatu kondisi di mana kendaraan kehilangan daya cengkeram sehingga kehilangan kendali. Istilah ini sering disebut juga dengan hydroplaning, di mana sebab utamanya adalah genangan air, seperti hujan dan banjir.
Genangan air yang terlalu besar akan membuat kendaraan kesulitan dalam melaju atau bahkan tergelincir.
Tidak hanya genangan air, aquaplaning juga bisa terjadi karena keadaan kendaraan yang tidak baik serta bobot kendaraan.
Berikut ini beberapa cara agar aman dan terhindar dari kecelakaan dalam berkendara motor dalam hujan
1. Pastikan motor dalam keadaan baik
Sebelum bepergian, wajib mengetahui kondisi motor, utamanya rem harus benar-benar pakem.
Kemudian, pastikan ban tidak gundul karena itu berbahaya, berpotensi membuat motor tergelincir.
Kemudian, lampu berfungsi dengan baik. Ini membantu memberikan tanda kepada pengendara yang lain saat kondisi hujan lebat di mana pandangan terbatas.
Pastikan dinyalakan saat berkendara.
Kemudian, cek cover body dan pastikan tidak terbuka. Karena air yang masuk dapat menyebabkan korsleting di bagian komponen electrical.
2. Perlengkapan keamanan
Di saat musim hujan, selalu sediakan perlengkapan keamanan berkendara. Seperti jas hujan yang nyaman, lebih baik yang berbentuk 2 pieces (jaket+celana).
Kemudian, pakai helm yang kacanya bening untuk memudahkan pandangan meski kaca helm tertutup untuk menhindarai wajah terkena air.
Jangan lupa pakai sepatu anti air atau berbahan karet untuk melindungi kaki, serta sarung tangan anti air.
3. Kurangi kecepatan
Kondisi jalanan saat hujan sangat licin, karena itu pengendara tidak disarankan untuk melaju dengan kencang.
Kurangi kecepatan, apalagi jika melewati genangan air. Ini untukmencegah terjadinya aquaplaning.
Selain itu, dengan mengurangi kecepatan, pengendara bisa melihat jalanan tersebut ada lubang atau aman.
4. Jaga jarak
Berkendara dalam kondisi hujan atau jalan yang basah diperlukan jarak yang aman untuk menghindari kecelakaan.
Karena, jalanan yang licin membuat daya cekram rem berkurang. Sehingga, pengendara harus melakukan pengeraman dari jarak tertentu.
Jika jarak terlalu dekat, sementara jarak pandang pendek ketika hujan, inilah yang membuat sering terjadi kecelakan
Karena, itu jaga jarak dengan kendaraan lain untuk menghindari tabrakan antar pengguna jalan.
5. Selalu waspada
Apapun kondisinya baik hujan ataupun tidak, yang terpenting bagi pengendara adalah selalu waspada dan jangan terlalu memaksakan.
Tetap fokus saat berkendaraan, perhatikan kondisi jalanan, termasuk jalan yang berlubang dan ada orang yang menyeberang.
Jangan lupa cek spion untuk melihat kendaraan yang ada di belakang.
6. Berteduh Jika Kondisi Memburuk
Jika hujan terlalu deras, sebaiknya carilah tempat berteduh dan menunggu sampai hujan reda.
Hujan deras membuat jarak pandang terbatas. Belum lagi jika disertai angin kencang, berpotensi terjadinya pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.