PSM Makassar
Erwin Gutawa, Ritual Sebelum Bertanding Hingga Rencana Bertani
Pemain asal Tonra, Kabupaten Bone ini belajar sepakbola dari tim lokal kampung halamannya, yaitu Samaenre FC dan Tonra Muda FC
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Pesib-Bandung-vs-psm-makassar-di-stadion-pakansari.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Bagi Erwin Gutawa, memakai jersey PSM Makassar adalah suatu kebanggaan.
Lantaran sejak kecil, dia sangat ingin bermain bagi tim dengan 7 gelar juara kasta tertinggi sepak Indonesia ini.
Erwin Gutawa menjadi salah satu pemain kunci PSM Makassar saat ini. Pemain kelahiran Bone ini menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan PSM Makassar. Musim 2023-2024 merupakan musim ketiganya bersama Laskar Pinisi.
Perjuangan Erwin Gutawa untuk memperkuat PSM Makassar tidaklah mudah. Erwin bukanlah pesepakbola yang lahir dari hasil didikan sekolah sepakbola (SSB), melainkan pemain yang merintis karier dari pertandingan antar kampung (Tarkam).
Pemain asal Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone ini belajar sepakbola dari tim lokal kampung halamannya, yaitu Samaenre FC dan Tonra Muda FC pada 2011 sampai 2012. Sembari meniti karier sepakbola Tarkam, Erwin juga menjadi tenaga honorer Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone.
“Sebelum main bola amatir dan profesional, masih tarkam,” ungkapnya kepada tribun-timur.com, Kamis (28/12/2023).
Selepas itu, pemain nomor punggung 5 ini mendapat tawaran klub Liga 2, Martapura FC. Klub asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) itu menjadi klub profesional pertama Erwin.
Dia membela Martapura FC di tahun 2013. Sempat mencoba peruntungan di PSM Makassar di tahun 2016, sayang setelah jalani trial cukup lama, tawaran kontrak tak kunjung diberikan.
Akhirnya, Erwin memilih kembali ke Martapura FC hingga 2018. Setelah itu bergabung ke Madura FC. Tahun 2019, Erwin memilih kembali ke Martapura FC.
Selanjutnya berlabuh bersama Sriwijaya FC pada tahun 2020. Namun, Covid-19 yang melanda waktu itu membuat Erwin gagal memperkuat klub asal Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut.
Setelah melanglangbuana 8 tahun, Erwin kembai ke Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia coba peruntungan dengan ikut trial bersama PSM Makassar untuk persiapan turnamen pra musim Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) 2021.
Penampilannya yang spartan membuat Pelatih PSM Makassar kala itu, Syamsuddin Batola untuk merekrutnya.
Penampilan impresifnya sebagai bek tengah di Piala Menpora membuat Manajemen PSM Makassar untuk mengontraknya hadapi Liga 1 2021-2022.
Pasang surut dialami pemain bertinggi 175 centimeter ini. Di musim pertamanya, ia harus kerja keras demi mendapat satu tempat di posisi bek tengah. Harus bersaing dengan Hasim Kipuw dan bek asing Serif Hasic.
Kemudian di putaran kedua bersaing dengan Adam Mitter dan Ganjar Mukti. Walau begitu, Erwin mampu membuktikan diri.