Jumat, 1 Mei 2026

Survei CSIS: Elektabilitas Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran Hanya Selisih 7 Persen di Jateng

Elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jawa Tengah mulai menempel Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Survei CSIS: Elektabilitas Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran Hanya Selisih 7 Persen di Jateng
Kolase Tribunnews
kolase foto pilpres capres 2024 3122023 

TRIBUNTORAJA.COM - Center for Strategies and International Studies (CSIS) mengumumkan hasil survei elektabilitas capres-cawapres di Jawa Tengah.

Hasilnya survei CSIS di Jawa Tengah menempatkan pasangan Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, tempt teratas.

Namun, elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jawa Tengah mulai menempel Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Survei CSIS periode 13-18 Desember 2023 menyebut elektabilitas capres-cawapres di Jateng-DIY untuk Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 13 persen, Prabowo-Gibran 36,5 persen, dan Ganjar-Mahfud MD 43,5 persen.

Selisih suara Prabowo-Gibran dengan Ganjar-Mahfud di Jateng hanya terpaut 7 persen.

Hasil ini dinilai pakar Psikologi Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Moh Abdul Hakim, sebagai warning atau peringatan untuk PDI Perjuangan.

"Saya melihat ada kekhawatiran juga. Jateng dan Solo Raya kandangnya 'banteng'. Kalau sampai suaranya didominasi Prabowo, ini jadi hal buruk. Tak hanya untuk Ganjar-Mahfud, tetapi untuk PDIP khususnya. Itu warning," ungkapnya kepada Tribunnews, Kamis (28/12/2023).

Menurut Hakim, penurunan suara Ganjar-Mahfud di wilayah Jateng karena beberapa hal.

Di antaranya karena dampak penyerangan kepada Jokowi.

Pasalnya hubungan Jokowi dengan masanya bukan hubungan idiologis, tetapi emosional sehingga tak menurunkan kredibilitas tapi justu menimbulkan simpati.

Selain itu karena posisi Ganjar yang susah, sehingga tak lagi punya efek elektoral yang kuat.

"Serba susah. Mau mengusung perubahan sudah ada Anies, mau melanjutkan (program Jokowi) sudah ada Prabowo," jelasnya.

Bahkan dia menilai, goyahnya kandang banteng di Jateng karena kuatnya sosok Jokowi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kondisi Ganjar akan tidak diuntungkan jika Jokowi benar-benar mendukung sepenuhnya pasangan Prabowo-Gibran.

"Saya mendengar informasi (Jokowi) masih menginjak rem. Kalau lebih clear dukungannya, Ganjar akan kehilangan suara banyak di Jateng," tuturnya.

"Saya pikir hulu pertarungan di sana. Akan menunjukkan PDIP tanpa Jokowi seberapa," jelas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved