Debat Capres Cawapres 2024
Dokter Udin: Baju Adat Ganjar dan Mahfud Simbol Pemerataan Pembangunan
Ganjar-Mahfud membawa misi memperhatikan seluruh daerah dari barat sampai timur Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Penamp333.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Penampilan berbeda ditunjukkan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo- Mahfud MD, tampil berbeda dalam sesi debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023) malam.
Ganjar dan Mahfud datang dengan setelan pakaian adat.
Ganjar Pranowo mengenakan pakaian khas asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara Prof Mahfud datang dengan setelan baju khas tanah kelahirannya, Madura.
Dua pasangan lainnya tampil lebih formal.
Pasangan Anies-Muhaimin pakai kemeja putih dibalut jas.
Prabowo-Gibran masih setia dengan kemeja berwarna biru.
Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Sulsel, Ganjar- Mahfud, dr Udin Shaputra Malik mengaku pilihan pakaian adat dalam panggung debat sesuai dengan misi Ganjar-Mahfud menyebarkan persatuan Indonesia.
"Pakaian itu mengangkat rasa idealisme kesatuan bangsa sesuai nomor urut persatuan Indonesia," jelas dr Udih Shaputra saat dikonfirmasi, Sabtu (23/12/2023).
"Kemudian tema kampanye juga dari Sabang sampai Merauke," lanjutnya.
Lebih jauh, pakaian adat ini menjadi simbol pemerataan pembangunan.
Ganjar-Mahfud membawa misi memperhatikan seluruh daerah dari barat sampai timur Indonesia.
"Ini salah satu simbolisasi paslon 3 ingin perhatikan pemerataan ekonomi. Dari berikan simbol NTT dan Madura. Ini daerah mungkin selalu jadi unpriority. Simbolisasi ini jadi sinyal pemerataan bisa percayakan Ganjar-Mahfud," katanya.
Dengan belum meratanya pembangunan, Prof Mahfud MD mengaku pertumbuhan ekonomi Indonesia belum pernah maksimal sejak masa reformasi.
Angka pertumbuhan 7 persen disebutnya tak pernah tersentuh puluhan tahun belakangan.