Rabu, 15 April 2026

PSM Makassar

Munafri Arifuddin Mundur dari Komisaris Utama PT PSM, Ini Alasannya

Appi membenarkan pengunduran tersebut. Ia mengatakan, pengajuan suratnya pada tiga bulan lalu, namun belum disetujui.

Tayang:
Editor: Apriani Landa
zoom-inlihat foto Munafri Arifuddin Mundur dari Komisaris Utama PT PSM, Ini Alasannya
Tribun Timur/M Yaumil
Direktur PT LIB, Munafri Arifudin usai laga PSM vs Persis, di Kota Parepare, Minggu (5/3/2023). Appi mengirimkan surat pengunduran dirinya dari jabatan Komisaris PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PSM). 

Ia dikenal sebagai pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai CEO klub sepak bola PSM Makassar.

Namanya juga dikenal sebagai menantu pengusaha dan politikus Indonesia, Aksa Mahmud.

Appi menikah dengan Melinda Aksa Mahmud, anak dari Aksa Mahmud, yang menjabat CEO Bosowa Education. Keduanya memiliki empat orang anak.

Ia pernah bekerja di Bosowa Group sebelum pindah mengurus bola.

Kala itu ia menjabat sebagai CEO di beberapa perusahaan grup Bosowa. Selain itu Appi juga pernah menjabat sebagai ketua asosiasi pengusaha muda Sulawesi Selatan tahun 2007 sampai 2010.

PSM Makassar

Pada tahun 2016, rapat pemegang saham PSM Makassar memilih Munafri sebagai CEO baru klub sepak bola ini menggantikan Rully Habibie.

Sebelumnya, Munafri menjabat di sejumlah klub seperti Hasanuddin FC dan Perseka Bosowa. Waktu itu, ia merupakan staf hubungan perusahaan di Bosowa.

Masuknya Appi sebagai CEO PSM di tahun 2016 lalu tak terlepas dari perubahan struktur di Bosowa Coorporation sebagai perusahaan pemilik saham mayoritas PSM.

Ajang pertama yang ditangani Appi yakni Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, meskipun pada persiapan awal ia tak terlibat langsung, termasuk pembentukan skuat.

Terjun ke Politik

Appi mulai terjun ke dunia politik saat maju pada Pemilihan Wali Kota Makassar tahun 2018 lalu. Saat itu, ia berpasangan dengan drg Rachmatika Dewi alias Cicu.

Saat itu, Appi-Cicu maju dalam pemilihan wali kota Makassar sebagai calon tunggal setelah lawannya didiskualifikasi.

Namun, ia kalah melawan kotak kosong. Kekalahan Munafri merupakan kemenangan kotak kosong pertama dalam sejarah pilkada Indonesia.

Dalam pemilu, Munafri mendapat 264.245 suara, sedangkan kotak kosong mendapat 300.795 suara

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved