Pantauan Harga Jelang Nataru
Jelang Natal, Harga Babi di Pasar Pagi Rantepao Rp 60 Ribu
Selain di Pasar Pagi, harga daging babi yang dijual di lapak-lapak sepanjang Jalan poros Rantepao-Palopo, di sekitar Jembatan Tagari, juga relatif sta
Penulis: Freedy Samuel Tuerah | Editor: Imam Wahyudi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Jelang-Natal-2e342w.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), harga daging babi di Toraja Utara relatif stabil saat dipantau Selasa (19/12/2023).
Di Pasar Pagi Kota Rantepao, harganya berkisar Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.
Pasar Pagi terletak di Jl Abdul Gani, Kelurahan Malango', Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Salah satu pedagang daging babi di Pasar Pagi mengatakan bahwa harga daging babi tersebut relatif sama dengan beberapa bulan lalu.
"Saat ini relatif stabil, tetapi mendekati hari Natal dan tahun baru bisa saja melonjak sedikit karena permintaan naik," ucapnya.
Selain di Pasar Pagi, harga daging babi yang dijual di lapak-lapak sepanjang Jalan poros Rantepao-Palopo, di sekitar Jembatan Tagari, juga relatif stabil.
Untuk harga babi hidup, di Pasar Bolu Rantepao berkisar Rp3 juta hingga 5 juta per ekor, tergantung bobot babi tersebut.
Sebagai daerah yang penduduknya mayoritas beragama Kristen, daging babi menjadi konsumsi sehari-hari di Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja.
Sehingga, pedagang daging babi sangat mudah ditemukan. Semudah menemukan penjual ayam potong di Kota Makassar atau daerah lain yang penduduknya beragama Islam.