Perang Israel vs Palestina
Netanyahu Minta Amerika Serikat Tidak Bicara Soal Solusi Dua Negara Israel-Palestina
Desakan sama juga disampaikan Menteri Dewan Perang Israel Benny Gantz dan pemimpin oposisi, Yair Lapid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/pale-sirae.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Surat Kabar The Times of Israel mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, menurunkan laporan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk tidak berbicara secara terbuka mengenai solusi dua negara Israel dan Palestina.
Desakan sama juga disampaikan Menteri Dewan Perang Israel Benny Gantz dan pemimpin oposisi, Yair Lapid.
Informasi ini sesuai laporan pejabat Israel dan AS kepada surat kabar Times of Israel, Sabtu (16/12/2023).
"Anggota Kabinet Perang lainnya, termasuk Benny Gantz dan pemimpin oposisi Yair Lapid, menyatakan ketidaknyamanan mereka terhadap retorika baru pemerintahan Biden mengenai perlunya solusi dua negara," kata pejabat Israel itu kepada The Times of Israel.
“Solusi dua negara setelah apa yang terjadi pada tanggal 7 Oktober adalah hadiah bagi Hamas," menurut pejabat itu.
“Netanyahu adalah orang yang mengatakan hal ini dengan lantang dan terus terang, tetapi saat ini sebenarnya tidak ada keinginan di Israel di seluruh spektrum politik untuk gagasan dua negara.”
Pejabat itu mencatat, Yair Lapid yang menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara saat menjabat sebagai perdana menteri tahun lalu, juga menghindari pembahasan tersebut sejak 7 Oktober 2023.
Pekan lalu, Netanyahu mengatakan Otoritas Pembebasan Palestina (PLO) dan Hamas tidak boleh berkuasa di Jalur Gaza.
"Pihak kedua ingin segera menghancurkan Israel dan pihak pertama ingin melakukannya secara bertahap," kata Netanyahu pekan lalu, dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan itu membuat pemerintah AS menegur Israel, setelah AS sebelumnya mengusulkan agar PLO kembali berkuasa di Jalur Gaza jika Hamas berhasil digulingkan.
"Netanyahu adalah teman baik tapi menurut saya dia harus berubah. Anda tidak bisa mengatakan tidak akan pernah ada negara Palestina di masa depan," kata Presiden AS, Joe Biden, pada Selasa (12/12/2023).
"Kita harus berupaya menyatukan Israel dengan cara yang memberikan permulaan untuk solusi dua negara," lanjutnya.
Sebelumnya, Israel melakukan pengeboman besar-besaran untuk menanggapi serangan Hamas melalui Operasi Banjir Al-Aqsa dengan menerobos perbatasan Israel dan Jalur Gaza pada Sabtu (7/10/2023) pagi.
Hamas mengatakan, serangan itu adalah tanggapan atas kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama ini, terutama kekerasan di kompleks Masjid Al Aqsa.