Debat Capres Cawapres
Anies Sindir Gibran di Awal Debat Perdana Capres
Banyak aturan yang ditekuk sesuai kepentingan yang memegang kekuasaan. Apakah ini akan diteruskan? Tentu tidak. Ini harus diubah."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Tiga-BaCapres.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, membeberkan sejumlah hal soal penegakan hukum.
Anies mengungkapkan pentingnya perubahan pada pengelolaan negara ke depan. Dari kondisi negara sekarang yang berpegang pada kekuasaan menjadi negara hukum.
Hal ini dikatakan Anies saat penyampaian visi misi pada debat perdana capres yang digelar KPU RI, Selasa (12/12/2023) malam.
Banyak aturan yang ditekuk sesuai kepentingan yang memegang kekuasaan. Apakah ini akan diteruskan? Tentu tidak. Ini harus diubah."
"Negara ini adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Dalam negara hukum, kekuasaan diatur oleh hukum, sementara di negara kekuasaan, hukum diatur oleh mereka yang berkuasa," kata Anies.
Ia kemudian menyinggung soal cawapres dari kalangan milenial.
Meski tak menyebut nama, cawapres yang dimaksud Anies tentu adalah Gibran Rakabuming Raka.
Anies membandingkan Gibran dengan milenial lain yang disebutnya sering dihadapkan dengan kekerasan dari aparat keamanan.
"Hari ini kita melihat ada seorang milenial menjadi calon wakil presiden. Tapi di sisi lain, ada ribuan milenial lain yang peduli pada anak-anak bangsa ketika mereka mengungkapkan pendapat justru mereka sering dihadapkan pada kekerasan," katanya.
Sementara Prabowo Subianto siap mempertahunkan nyawanya agar bisa mempertahankan demokrasi, penegakan HAM dan hukum di Indonesia.
Prabowo mengklaim sejak muda dirinya telah bersumpah untuk patuh dan tunduk pada Pancasila dan UUD 1945 yang jadi landasan negara Indonesia.
"Pendiri bangsa kita mendirikan republik ini harus didasarkan pada hukum dan juga kedaulatan rakyat kita dan saya sudah siap mempertaruhkan nyawa untuk demokrasi, penegakan hukum dan HAM di Indonesia," tuturnya.
Ia juga menyatakan Indonesia masih dalam kondisi baik-baik saja.
Namun di sisi lain, ia mengakui bahwa ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki
"Indonesia masih damai, Indonesia masih terkendali harga-harga masih terkendali, ekonomi untuk rakyat kita masih aman karena apa karena kepemimpinan karena apa management negara yang berhasil," jelasnya.