Sains
Partikel 'Amaterasu' Jatuh ke Bumi, Ilmuwan Kebingungan
Partikel yang dikenal sebagai 'Amaterasu' ini merupakan salah satu sinar kosmik berenergi tinggi yang paling kuat yang pernah terdeteksi.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/ilustrasi-sinar-kosmik-ruang-angkasa-8122023.jpg)
Selain Matthews, Toshihiro Fujii, seorang profesor di Osaka Metropolitan University di Jepang, juga dibuat bingung dengan tingginya energi partikel ini.
"Ketika saya pertama kali menemukan sinar kosmik berenergi sangat tinggi ini, saya pikir pasti ada kesalahan, karena sinar ini menunjukkan tingkat energi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tiga dekade terakhir," ungkapnya.
Kandidat potensial untuk tingkat energi ini adalah lubang hitam yang sangat masif di pusat galaksi lain.
Baca juga: Kesiapan BPBD Toraja Utara dalam Menghadapi Fenomena El Nino
Di sekitar lubang hitam ini, materi diuraikan menjadi struktur subatomik, dan partikel-partikel seperti proton, elektron, dan inti atom dilepaskan ke seluruh alam semesta dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Para peneliti berspekulasi bahwa fenomena ini mungkin disebabkan oleh defleksi magnetik yang jauh lebih besar dari perkiraan, keberadaan sumber yang tidak teridentifikasi di local void, atau karena pemahaman yang belum sepenuhnya terpecahkan mengenai fisika partikel berenergi tinggi.
Baca juga: FENOMENA El Nino, Jeneponto Paling Kering, Musim Hujan Akan Mundur
"Terlihat bahwa peristiwa-peristiwa ini berasal dari lokasi yang benar-benar berbeda di langit. Tidak ada satu sumber misterius," ungkap Profesor John Belz dari University of Utah, yang juga merupakan penulis makalah tersebut.
"Mungkin ada ketidaknormalan dalam struktur ruang angkasa, kemungkinan tabrakan dari string kosmik. Saya hanya mengutarakan ide-ide yang luar biasa ini karena tidak ada penjelasan konvensional yang dapat diterima." tambahnya.
(*)