Sabtu, 18 April 2026

Sains

Partikel 'Amaterasu' Jatuh ke Bumi, Ilmuwan Kebingungan

Partikel yang dikenal sebagai 'Amaterasu' ini merupakan salah satu sinar kosmik berenergi tinggi yang paling kuat yang pernah terdeteksi.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
zoom-inlihat foto Partikel 'Amaterasu' Jatuh ke Bumi, Ilmuwan Kebingungan
Osaka Metropolitan University/Kyoto University/Ryuunosuke Takeshige/PA
Ilustrasi ketika sinar kosmik berenergi sangat tinggi menghantam atmosfer Bumi. Sinar ini memulai rangkaian partikel sekunder dan radiasi elektromagnetik. 

Selain Matthews, Toshihiro Fujii, seorang profesor di Osaka Metropolitan University di Jepang, juga dibuat bingung dengan tingginya energi partikel ini.

"Ketika saya pertama kali menemukan sinar kosmik berenergi sangat tinggi ini, saya pikir pasti ada kesalahan, karena sinar ini menunjukkan tingkat energi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tiga dekade terakhir," ungkapnya.

Kandidat potensial untuk tingkat energi ini adalah lubang hitam yang sangat masif di pusat galaksi lain.

 

Baca juga: Kesiapan BPBD Toraja Utara dalam Menghadapi Fenomena El Nino

 

Di sekitar lubang hitam ini, materi diuraikan menjadi struktur subatomik, dan partikel-partikel seperti proton, elektron, dan inti atom dilepaskan ke seluruh alam semesta dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Para peneliti berspekulasi bahwa fenomena ini mungkin disebabkan oleh defleksi magnetik yang jauh lebih besar dari perkiraan, keberadaan sumber yang tidak teridentifikasi di local void, atau karena pemahaman yang belum sepenuhnya terpecahkan mengenai fisika partikel berenergi tinggi.

 

Baca juga: FENOMENA El Nino, Jeneponto Paling Kering, Musim Hujan Akan Mundur

 

"Terlihat bahwa peristiwa-peristiwa ini berasal dari lokasi yang benar-benar berbeda di langit. Tidak ada satu sumber misterius," ungkap Profesor John Belz dari University of Utah, yang juga merupakan penulis makalah tersebut.

"Mungkin ada ketidaknormalan dalam struktur ruang angkasa, kemungkinan tabrakan dari string kosmik. Saya hanya mengutarakan ide-ide yang luar biasa ini karena tidak ada penjelasan konvensional yang dapat diterima." tambahnya.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved