Gelisah Pariwisata Toraja 'Mati Suri' Saat Malam Hari, Mayor Selfianus: Berkaca ke Bandung
Mayor Selfianus menyebut, Toraja sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia perlu berkaca ke daerah seperti Bandung.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Apriani Landa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Wisawa3w.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1414/Tana Toraja, Mayor Inf Selfianus Tangkelangi', keluhkan pariwisata di Toraja, khususnya Kabupaten Tana Toraja, yang seperti mati suri saat malam hari.
Hal itu disampaikan Mayor Selfianus saat menghadiri acara Diskusi Terbuka ‘Pariwisata Berkelanjutan’ dalam rangka HUT ke-1 Tribun Toraja di Aula Kampus 1 UKI Toraja, Kota Makale, Selasa (5/12/2023).
“Destinasi yang ada di kita (Toraja) semuanya ini adalah peninggalan yang bagus, dari dulu hingga saat ini bagus sekali,” katanya dalam sesi tanya jawab.
“Saya lihat kalau mereka (wisatawan) datang kenapa kurang betah, karena hanya siang. Hanya siang kalau saya lihat wisatawan domestik bisa berwisata, malam no. Untung ada pagi atau subuh, ada Lolai. Tapi malam hilang semuanya,” lanjutnya mengutarakan.
Mayor Selfianus menyebut, Toraja sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia perlu berkaca ke daerah seperti Bandung.
“Kan Makale ini kalau kita lihat, mulai dari jam 8 pagi gak ada lagi. Dibandingkan di tempat lain kayak di Bandung, jangan jauh-jauhlah di Bone. Saya juga pernah di Bone ada warung kopi, semua hidup dia,” ungkapnya.
Bandung memiliki iklim pegunungan yang mirip dengan Toraja dan pada tahun 2022 tercatat 6.548.815 wisatawan domestik yang berkunjung ke Tanah Pasundan.
Sementara pada tahun 2022, data BPS mencatat Tana Toraja hanya menerima 480.631 wisatawan domestik.
“Padahal kalau saya lihat, di sini kan kita gak dilarang. Sampai jam berapapun, yang penting aman dan isinya (pariwisata ) jelas seperti apa,” imbuh Mayor Selfianus.
Kota Makale yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Tana Toraja memang tidak menawarkan banyak pilihan bagi wisatawan saat malam hari.
Hanya tersedia jejeran tenant Sara'ba di Patung Peluru dan warung-warung makan pinggir jalan yang tidak terpusat untuk jajanan kuliner.
Kemudian untuk area publik hanya ada Kolam Makale dan Pasar Seni Makale. Namun area tersebut minim penerangan saat malam hari yang sudah sering dikeluhkan wisatawan.
Pasar Seni Makale sempat dijadikan salah satu atraksi untuk berwisata malam di Tana Toraja.
Kebijakan Pemerintah Daearah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja melalui Bupati, Theofilus Allorerung, untuk menggusur membuat pedagang dan pengunjung terpaksa harus meninggalkan area luas di tengah kota ini.
Tanggapan Pemerintah