1 Pendaki Belum Ditemukan usai Gunung Marapi Sumbar Erupsi
SAR menerjunkan 50 personel SAR yang akan menyisir titik-titik lokasi untuk mencari keberadaan satu pendaki tersebut.
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kakansar-Kota-Padang-Abdul-Malik-saat-berkoordin.jpg)
Ia pun mengimbau agar masyarakat yang merasa anak atau saudara terdekat menjadi korban erupsi Gunung Marapi dan belum ditemukan, diharapkan melapor ke Posko Basarnas Padang.
"Kami membikin imbauan kepada masyarakat bagi sanak saudaranya atau anak-anaknya yang melakukan kegiatan pada hari kejadian silakan melapor ke posko utama di Kantor Wali Nagari Maloro, posko 24 jam," ujarnya.
Seperti diketahui, Gunung Marapi mengalami erupsi pada Minggu (3/12/2023) sore yang menyebabkan 75 pendaki terjebak.
Baca juga: 8 Korban Meninggal Erupsi Gunung Marapi Sumbar Belum Teridentifikasi
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Suharyono mengatakan, ada 23 pendaki yang tewas, sebanyak 20 jenazah sudah dievakuasi, sementara 3 korban lainnya masih berada di lokasi Gunung Marapi.
"Dari sebanyak 23 orang ini, sudah berhasil dievakuasi sebanyak 20 orang," kata Suharyono, Selasa (5/12/2023).
Suharyono menyebut, ada dua polisi anggota Polda Sumbar ikut menjadi korban erupsi Gunung Marapi, seorang di antaranya meninggal dunia.
(*)