Harga Cabai Naik Imbas Inflasi, Pemkab Tana Toraja Bagikan Bibit Katokkon Gratis
Menurut Adisty, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja telah mengeluarkan surat edaran gerakan menanam cabai untuk masyarakat.
Penulis: Muhammad Rifki | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/kabid-dpkpp-tana-toraja-adisty-3122023.jpg)
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikananan (DPKPP) Kabupaten Tana Toraja, Adisty, mengatakan pemerintah tanggap akan inflasi yang disebabkan cabai jenis rawit dan merah.
Menurut Adisty, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja telah mengeluarkan surat edaran gerakan menanam cabai untuk masyarakat.
“Kalau terkait usaha Pemkab Tana Toraja dalam menghadapi inflasi, salah satunya sudah ada surat edaran terkait gerakan menanam cabai untuk masyarakat,” kata Adisty kepada Tribun Toraja saat dihubungi Minggu, (3/12/2023).
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat November 2023 terjadi inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,86 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Baik secara bulanan maupun tahunan, penyumbang utama inflasi di antaranya cabai merah dan cabai rawit.
Baca juga: Pedagang di Pasar Sentral Makale Keluhkan Harga Cabai Tidak Stabil Imbas El Nino, Pembeli Sepi!
Terdapat tiga faktor penyebab inflasi cabai merah dan cabai rawit pada November 2023.
Penyebabnya yakni cuaca yang tidak menentu karena fenomena El Nino, tidak lancarnya distribusi, dan kurangnya pasokan.
Secara bulanan, cabai merah dan cabai rawit memberikan andil utama inflasi masing-masing sebesar 0,16 dan 0,08 persen.
Baca juga: Tim Kosabangsa UKI Toraja Edukasi Sistem Terpadu Budidaya Cabai Katokkon dan Limbah Tedong Bonga
Sementara secara tahunan, keduanya memberikan andil terhadap inflasi 0,19 dan 0,10 persen.