Kesehatan
Waspada Penyakit Paru-paru Popcorn! Ini Penyebabnya, Termasuk Akibat Vape
Melansir laman Healthline, pasien yang menderita paru-paru popcorn dapat berujung pada kesulitan bernapas, akibat tidak adanya pertukaran oksigen...
Penulis: Redaksi | Editor: Donny Yosua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/toraja/foto/bank/originals/Paru-paru.jpg)
Dikutip dari laman American Lung Association, bahan kimia diacetyl yang berfungsi untuk menambah aroma dalam rokok elektrik.
Selain diaceytil, bahan kimia industri seperti amonia dan klorin, nitrogen oksida (NOx) atau gas tawa untuk membius pasien, asap logam dari kegiatan konstruksi, serta partikel udara industri yang terlalu sering dihirup juga bisa menyebabkan paru-paru popcorn.
Dalam kasus yang langka, penyakit ini juga bisa terjadi setelah ada gangguan pada paru-paru ataupun kondisi lain yang mendahului, seperti pneumonia, bronkitis kronis, hingga rematik.
Baca juga: Ini Dia 7 Makanan yang Bisa Bantu Bersihkan Paru-Paru
Gejala dari bronkiolitis obliterans atau paru-paru popcorn biasanya muncul dalam rentang dua hingga delapan minggu setelah paparan diacetyl.
Pada kasus lain seperti komplikasi dari transplantasi paru-paru, tanda-tandanya mungkin muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun lebih lama.
Paru-paru popcorn adalah gangguan kesehatan yang jarang terjadi tapi cukup serius.
Baca juga: 6 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan, Baik untuk Kesehatan Paru-paru
Banyak orang menganggapnya sebagai asma karena tanda-tanda yang mirip.
Belum lagi, gejala yang baru muncul dalam rentang waktu mingguan dapat membuatmu tak sadar jika telah mengidapnya.
Baca juga: Resep Paru Rica, Sajian Tepat Untuk Makan Siang
Pencegahan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.
Satu-satunya cara adalah dengan membatasi atau bahkan menghindari total paparan bahan kimia seperti diasetil, seperti berhenti merokok vape.
Jika bekerja di tempat pengolahan berondong jagung atau popcorn, pastikan menerapkan kontrol yang tepat, salah satunya memakai alat pelindung diri.
(*)